REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pernikahan anjing, Jojo dan Luna, yang menggunakan adat Jawa menuai pro dan kontra di masyarakat. Tidak sedikit yang menyayangkan hal tersebut dan tidak setuju.
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana juga menyesalkan dilakukannya pernikahan anjing ini menggunakan adat Jawa. Menurutnya, hal tersebut bukanlah sebuah kreativitas, tapi merupakan tindakan yang sudah kelewat batas.
"Pernikahan anjing dengan adat Jawa menurut saya sangat melecehkan dan bertentangan dengan norma budaya Yogya," kata Huda, Kamis (20/7/2023).
Huda yang juga sebagai warga DIY ini pun mengecam tindakan tersebut. Pasalnya, kata Huda, pernikahan dengan adat Jawa merupakan budaya adiluhung yang sarat akan makna.
Setiap tahap, langkah bahkan pakaian yang dikenakan dalam pernikahan menggunakan adat Jawa mengandung berbagai makna dan pelajaran luhur. Pernikahan itu sendiri, katanya, juga peristiwa yang sangat sakral dan merupakan janji setia antara insan manusia.
"Sebagai warga DIY, saya tersinggung budaya adiluhung yang mestinya dijunjung (tapi) dilecehkan," ucap Huda.
Pernikahan anjing yang sangat mewah ...