Jumat 12 May 2023 16:43 WIB

Sampoerna Agro Wujudkan Mimpi Pelajar di Kabupaten OKI Berkompetisi di Final KOMAS 18

Sampoerna Agro berikan dukungan bagi siswa Kabupaten OKI ikuti babak final di Bogor.

Menyadari beragam kekurangan & keterbatasan pelajar SDN 1 Sidomulyo tak menyurutkan semangat siswa untuk berkompetisi.
Foto: Dok. Sampoerna Agro
Menyadari beragam kekurangan & keterbatasan pelajar SDN 1 Sidomulyo tak menyurutkan semangat siswa untuk berkompetisi.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN OKI -- Mimpi pelajar dari Kabupaten OKI menuju Babak Final Kompetisi Matematika Suprarasional (KOMAS) ke-18 se-Indonesia yang digelar pada Ahad (14/5/2023) akhirnya terwujud. Hal tersebut berkat kolaborasi KMS (Klub Matematika Suprarasional) Literasi Petir bersama Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sampoerna Agro. 

Kepala KMS Literasi Petir Adi Saputro menjelaskan hal yang membuat pelajar di sana termotivasi untuk datang ke Bogor. “Menjadi finalis adalah sebuah impian istimewa dan kebanggaan khusus yang mewujud bagi para siswa, sekolah, dan orang tua yang tinggal di daerah pedesaan di tengah hutan sawit. Hampir seluruh peserta mengikuti final perdana, termasuk pertama kali ke tanah Jawa,” ungkap Adi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/5/2023).

Baca Juga

Adi pun merasa bersyukur, corporate social responsibilty (CSR) salah satu perkebunan sawit (PT Sampoerna Agro) akhirnya memberikan dukungan morel dan materiel untuk berangkat ke Bogor. 

“Menjadi kian istimewa ketika seluruh peserta finalis mendapat apresiasi berupa tiket pesawat dan hotel secara gratis dari CSR Sampoerna Agro. Biaya tersebut disolusikan bersama antara sekolah, wali murid, dan CSR Sampoerna Agro,” kata Adi. 

Selain itu, Adi menambahkan, beberapa program telah dilaksanakan guna mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi babak final. 

“Pertemuan silaturahmi dengan para kepala sekolah, wali siswa, siswa finalis, dan relawan literasi. Kemudian, menyelenggarakan bimbel (bimbingan belajar, Red) intensif meskipun para peserta harus menempuh jarak belasan hingga puluhan kilometer dengan kondisi jalan tanah ke lokasi bimbel KMS Literasi Petir,” ujarnya. 

Dengan komitmen dan semangat belajar para guru relawan, sebanyak 16 siswa akan mengikuti babak final KOMAS ke-18. Beragam kekurangan dan keterbatasan pelajar SDN 1 Sidomulyo tak menyurutkan semangat siswa bernama Rani, siswa kelas 6, yang begitu terkejut dan bahagia ketika mengetahui ia lolos ke final. 

Akan tetapi, kebahagiaannya lekas surut ketika terbayang biaya ke Bogor karena ayahnya hanya buruh. Rupanya, sang ayah dengan tegas memberi jawaban bahwa anaknya tetap harus berangkat dan berjuang.

Kisah hampir serupa tak hanya dialami Rani, tapi teman-teman lainnya, seperti Zilly, Lukas, dan Viola. Dukungan dan gotong royong bersama sekolah dan CSR Sampoerna Agro mempermudah mimpi Rani dkk mengikuti babak final. Menjejakkan kaki perdana di tanah Jawa, Insya Allah, semakin mudah terwujud.

Antusias pelajar dan jumlah peserta semakin meningkat terlebih saat ini dilakukan offline. Selain itu, KOMAS/KMNR sudah dikenal hampir lima tahun di Kabupaten OKI dengan kredibilitas penyelenggara. Soal-soal berkualitas dan sistem passing grade sehingga antarpeserta tidak perlu saling mengalahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement