Selasa 01 Aug 2023 15:09 WIB

Tim Indonesia Sabet 43 Medali di International Mathematics Contest Singapore 2023

IMCS bukan hanya sekadar kompetisi matematika, tetapi merupakan ajang persahabatan.

Tim Indonesia yang tergabung dalam tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil menorehkan tinta emas dalam ajang International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2023.
Foto: Klinik Pendidikan MIPA
Tim Indonesia yang tergabung dalam tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil menorehkan tinta emas dalam ajang International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Tim Indonesia yang tergabung dalam tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil menorehkan tinta emas dalam ajang International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2023. Pelajar terpilih dari berbagai sekolah di Indonesia ini berhasil membawa pulang 5 medali emas, 13 medali perak, 25 medali perunggu, dan 11 merit. 

Sebelumnya, tim Indonesia telah mengikuti rangkaian perjuangan kompetisi pada tanggal 28-31 Juli 2023 dan bersaing dengan 557 peserta dari 10 negara yaitu, Australia, Tiongkok, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Makau, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Vietnam. 

Baca Juga

Tim KPM Indonesia pada IMCS 2023 ini mengirimkan 54 siswa dari berbagai sekolah di Indonesia dengan didampingi dua team leader dan lima deputy leader.

Seluruh peserta dipersiapkan melalui pembinaan di Bogor selama lima hari oleh KPM di bawah asuhan pelatih Olimpiade Matematika Nasional dan Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra.

Kompetisi IMCS bukan hanya sekadar kompetisi matematika, tetapi juga merupakan ajang persahabatan, pertukaran ilmu, dan juga kebudayaan. Hal ini tergambar pada adanya kegiatan penampilan budaya dari masing-masing negara dan tukar cinderamata pada acara Prize Giving Ceremony di antara para peserta

Team Leader Indonesia, M Fachri menyatakan rasa syukur dan kebanggaan atas prestasi tim Indonesia di ajang ini. Prestasi ini merupakan bukti kecakapan matematika yang luar biasa dari para peserta, serta memperlihatkan potensi luar biasa Indonesia dalam bidang matematika. Terlebih, kompetisi IMC tahun 2023 ini dilaksanakan kembali secara offline setelah pandemi yang melanda seluruh dunia dan soal kompetisi kali ini lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga diamini oleh beberapa negara yang mengirimkan pesertanya.

“Dengan hasil yang telah dicapai oleh tim Indonesia sangat bersyukur dan merasa bangga kepada siswa-siswi Indonesia yang sudah memberikan prestasi di internasional di kota Singapura. Tentunya ini bisa menjadi penyemangat dan juga menumbuhkan rasa semangat belajar yang tinggi pada siswa untuk bisa berprestasi lagi di event-event berikutnya,” jelas Fachri dalam keterangannya melalui pesan singkat. 

Fachri menambahkan keberhasilan Tim Indonesia di ajang IMCS 2023 ini juga merupakan hasil dari dukungan dan kerja sama yang baik antara KPM, orang tua, para guru, mentor, dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah membimbing dan mendukung persiapan tim sebelum bertanding. Fachri berharap prestasi ini juga menjadi momentum penting dalam memupuk rendah hati, semangat dan minat generasi muda di Indonesia untuk mengeksplorasi dan menguasai ilmu matematika. 

“Tetap rendah hati karena ini adalah awal dari perjuangan. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, jangan berkecil hati, tetap semangat untuk belajar lagi. Jadikan ini sebagai suatu hal yang bisa membangkitkan semangat belajar matematika dan semangat untuk bisa berprestasi baik di nasional maupun internasional,” ujar Fachri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement