Selasa 23 Apr 2024 19:46 WIB

UMJ Jadi Fasilitator Pelatihan Standardisasi Kompetensi Dosen Pancasila Seluruh Indonesia

UMJ jadi fasilitator pelatihan batch pertama dosen pancasila dari PTN dan swasta.

Para Peserta Pelatihan Nasional Standardisasi Kompetensi Dosen Pancasila sedang mengikuti pembukaan dan orientasi di Gedung Bisnis Center Lt.4 UMJ, Selasa (23/4/2024).
Foto: Dok. Pribadi
Para Peserta Pelatihan Nasional Standardisasi Kompetensi Dosen Pancasila sedang mengikuti pembukaan dan orientasi di Gedung Bisnis Center Lt.4 UMJ, Selasa (23/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi fasilitator Pelatihan Nasional Standardisasi Kompetensi Dosen Pancasila yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBS UMS) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar dan Bahasa (LPIDB) dan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

UMJ menjadi fasilitator pelatihan batch pertama bagi dosen pancasila dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Pelatihan yang bertajuk Pancasila sebagai Laku berlangsung pada 23-25 April 2024 di Bisnis Center Lt 4 UMJ.

Baca Juga

Sebanyak 35 dosen mengikuti pelatihan ini, 15 diantaranya merupakan dosen UMJ. Selain UMJ, Pelatihan ini juga digelar di 5 Provinsi diwakili oleh beberapa Perguruan Tinggi sebagai fasilitator diantaranya di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dalam sambutannya, Rektor UMJ Prof Dr Ma’mun Murod mengapresiasi adanya pelatihan standardisasi kompetensi bagi dosen pancasila di Perguruan Tinggi. Menurutnya, masalah utama di Indonesia ialah ketidakmampuan menghadirkan nilai Pancasila dalam laku kehidupan sehari-hari.

“Maka kita hadirkan nilai itu, karena banyak paradoks yang terjadi baik Ke-Islaman, Pancasila, dan berkaitan dengan demokrasi,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/4/2024).

Ia menyoroti bagaimana banyaknya pelanggaran yang berkaitan dengan konstitusi. Baginya, hal itu diakibatkan karena tidak adanya laku atau nilai yang dikedepankan.

Oleh karena itu, Ma’mun menganggap penting untuk menghadirkan standardisasi nilai pancasila dalam laku kehidupan untuk mencegah pelanggaran tersebut. Ia berharap hal itu bisa dilakukan melalui penanaman nilai pancasila melalui para akademisi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita, dan kita harus kampanyekan tidak boleh berhenti sampai disini,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif PSBS UMS Dra Yayah Khisbiyah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan untuk para dosen yang akan menjadi pengajar untuk mengampu mata kuliah Pancasila.

Ia juga berharap bahwa pelatihan ini dapat menanamkan nilai-nilai pancasila kepada generasi penerus bangsa. Menurutnya, pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai hafalan, tetapi menanamkan nilainya sebagai laku kehidupan sehari-hari bagi masyarakat.

“Kita memerlukan komitmen bersama sehingga bisa memberikan perubahan yang signifikan bagi kehidupan berdemokrasi,”ucapnya.

Dalam sesi lain, dosen sekaligus Ketua tim fasilitator UMJ Dr Gunawan Santoso, mengatakan, melalui pelatihan ini, dapat membantu dosen memaknai nilai Pancasila sebagai tindak laku kehidupan sehingga dapat memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat.

Gunawan juga menjelaskan bahwa sekitar 70 persen dosen di berbagai Perguruan Tinggi yang mengampu mata kuliah Pancasila tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang diminta, sehingga memerlukan sertifikasi untuk dapat mengampu mata kuliah tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement