Senin 25 Mar 2024 23:59 WIB

1.850 Anak Prajurit TNI akan Terima Beasiswa dari Kementerian BUMN

Kementerian BUMN dan TNI kerja sama di bidang pendidikan

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir berfoto saat acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sinergitas tugas dan fungsi Kementerian BUMN dan TN.
Foto: Antara
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir berfoto saat acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sinergitas tugas dan fungsi Kementerian BUMN dan TN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 1.850 anak-anak prajurit TNI yang berprestasi bakal menerima beasiswa pendidikan dari Kementerian BUMN sebagai salah satu bentuk kerja sama antara Kementerian BUMN dan TNI.

Pusat Penerangan TNI dalam siaran resminya di Jakarta, Senin, menyampaikan beasiswa sebesar Rp5 juta per anak itu diberikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir ke anak-anak prajurit saat acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan Mabes TNI di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Erick Thohir menjelaskan beasiswa itu disalurkan melalui tabungan pendidikan yang diberikan langsung ke anak-anak prajurit TNI yang dinilai berprestasi. "Para penerima beasiswa itu merupakan anak-anak prajurit TNI yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia," katanya.

Dalam acara yang sama di Wisma A. Yani, Jakarta, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Erick Thohir juga meneken MoU sinergitas tugas dan fungsi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Panglima TNI dan Menteri BUMN sepakat keduanya bakal meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis untuk mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Panglima TNI saat memberikan sambutan dalam acara itu menyampaikan MoU itu menjadi pedoman kerja sama yang nantinya dibentuk antara TNI dan Kementerian BUMN.

“Beberapa ruang lingkup kerja sama ini diantaranya, pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan dan latihan, fasilitas serta sosialisasi, pengamanan aset vital strategis dan personel, serta operasional wilayah kerja BUMN,” kata Panglima TNI.

Sementara itu, Erick Thohir menilai nota kesepahaman itu menjadi penting, karena terkait dengan salah satu prioritas Kementerian BUMN yaitu optimalisasi nilai aset dan menciptakan ekosistem investasi yang sehat.

“Untuk itu sinergitas ini menjadi sangat penting untuk merealisasikan pembangunan nasional BUMN dengan dukungan yang diberikan oleh TNI melalui pengamanan aset BUMN yang tersebar luas di wilayah Indonesia serta melindungi objek-objek vital nasional yang ada di seluruh wilayah NKRI," kata Erick Thohir.

Baca juga: Dulu Berpikir Islam Sarang Teroris Juga Biang Poligami, Armina Kini Bersyahadat dan Mualaf 

Erick menyebut, BUMN yang nilainya pada 2023 mencapai Rp10.470 triliun, punya nilai sangat strategis untuk menggerakkan berbagai sektor, selain untuk penggerak roda ekonomi, juga berperan penting dalam pembangunan infrastruktur Indonesia yang berorientasi pelayanan publik.

"Dengan adanya sinergi yang kuat antara BUMN dengan TNI kami yakin hal ini bisa mengoptimalkan sumber daya BUMN dan TNI termasuk pengamanan aset BUMN sehingga tugas dan fungsi masing-masing dapat terselenggara dengan baik" kata Erick.

Dalam nota kesepahaman itu, salah satu tindak lanjut sinergi Kementerian BUMN dan TNI terkait pengamanan objek vital nasional bersifat strategis milik perusahaan BUMN dari kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI). Erick berharap adanya sinergi dari seluruh pihak, masalah PETI dapat segera ditanggulangi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement