Sabtu 16 Mar 2024 12:07 WIB

PKB Berencana Usung Menteri Jokowi Jadi Cagub DKI

PKB siapkan dua kadernya sebagai cagub DKI.

Rep: Febryan A/ Red: Muhammad Hafil
Konferensi pers tiga partai Koalisi Perubahan -Nasdem, PKB, PKS- membahas perkembangan pemilu 2024 di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2024) malam.
Foto: Republika/Eva Rianti
Konferensi pers tiga partai Koalisi Perubahan -Nasdem, PKB, PKS- membahas perkembangan pemilu 2024 di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2024) malam.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempersiapkan dua kadernya untuk diusung sebagai calon gubernur (cagub) Pilkada DKI Jakarta 2024. Salah satunya adalah pembantu Presiden Jokowi, yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah.

"Kalau PKB untuk DKI banyak stok, ada anggota DPR RI terpilih Jaksel Bu Ida Fauziah, ada ketua DPP PKB yang juga terpilih jadi anggota DPR RI di Jaktim Pak Hasbiallah Ilyas," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB, Hasanuddin Wahid saat konferensi pers usai bertemu elite Partai Nasdem dan PKS untuk membahas Pilkada DKI 2024, di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2024) malam. 

Baca Juga

Hasanudin menyebut, PKB sebenarnya punya kader lainnya "yang punya nama besar" dan bisa diusung menjadi cagub DKI. Hanya saja, kini baru nama Ida dan Hasbiallah yang bisa dipastikan bakal mewarnai bursa kandidat cagub DKI.

Dia mempersilahkan elite Nasdem dan PKB untuk mempertimbangkan kelayakan Ida dan Hasbiallah menjadi cagub. Apabila dua tokoh tersebut dianggap belum layak menduduki kursi DKI 1, maka PKB terbuka untuk mengusung nama lain.

"Ya kalau tidak (layak Ida dan Hasbiallah), kita cari lagi nama yang lebih hebat gitulah. Siapa tahu Sekjen Nasdem (Hermawi Taslim) malah yang mau jadi calon gubernur, orang NTT calon gubernur Jakarta," kata Hasanuddin.

"Atau mungkin Habib (Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi) yang mau jadi calon gubernur, kami persilakan. Dinamikanya masih panjang, prosesnya masih panjang," ujarnya menambahkan dalam konferensi pers yang turut dihadiri Hermawi dan Habib Aboe itu.

PKB, Nasdem, dan PKB merupakan partai pengusung pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. Anies diketahui merupakan gubernur DKI Jakarta 2017–2022.

Hasanuddin belum mau bicara secara terbuka soal kemungkinan PKB mengusung Anies sebagai cagub Pilkada DKI 2024. Dia berkilah bahwa belum bertemu Anies dalam sepekan terakhir.

"Saya belum pernah ketemu Pak Anies dalam waktu satu pekan ini, jadi nggak bisa kasih jawaban. Pertanyaannya ke pak Anies," ujarnya.

 

Dalam konferensi pers sama, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Khoirudin mengaku tak menutup kemungkinan mengusung Anies kembali di Pilgub DKI 2024. Namun, kepastiannya baru akan disampaikan setelah KPU mengumumkan hasil resmi Pilpres 2024.

"Bagi PKS siapa saja. Anies atau selain Anies yang bisa menjalankan platform bernegara yang sudah dibuat PKS untuk masyarakat Jakarta, silakan," ujarnya.

Sementara itu, Partai Nasdem sejak bulan lalu sudah mengungkapkan tiga nama yang dipertimbangkan untuk diusung sebagai cagub DKI. Dari ketiga nama tersebut, tidak ada nama Anies Baswedan.

"Kami setidaknya punya tiga calon yang mumpuni, ada anak muda ketua F-Nasdem (Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta) Wibi Andrino, ada Okky Asokawati yang berpengalaman 10 tahun di DPR RI, dan tentu saja yang paling favorit dan sangat digandrungi oleh anak-anak muda Jakarta, si anak Priok, Ahmad Sahroni," kata Hermawi, Selasa (27/2/2024). 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement