Rabu 22 Feb 2023 14:24 WIB

Gubernur Lemhannas: Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat

Lemhannas menyebut tindak kekerasan di Papua tidak berpola.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus raharjo
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto saat bersiap memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 63 dan 64 Lemhanas Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/10/2022).
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto saat bersiap memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 63 dan 64 Lemhanas Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/10/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan, secara kuantitatif, aksi kekerasan di Papua cenderung meningkat di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut, temuan ini berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Lemhannas.

"Temuannya memang menunjukkan kalau dari sisi data kuantitatif, aksi kekerasan Papua itu masih cenderung meningkat, di masa Pak Jokowi malah cenderung meningkat. Itu temuan pertama," kata Andi dalam Forum Komunikasi bersama Pemimpin Redaksi Media Massa bertema Mitigasi Risiko Krisis 2023 di Kantor Lemhannas, Rabu (22/2/2023).

Baca Juga

Selain itu, sambung dia, hasil kajian itu juga menunjukkan modus dan lokasi di Papua yang banyak terjadi aksi kekerasan. Namun, Andi mengungkapkan, tindak kekerasan itu cenderung tidak berpola.

"Kalau lokasi kita bisa tahu, modusnya, terbanyaknya ada di mana, di kabupaten mana, wilayah mana, ada polanya, tapi selain lokasi tidak ada polanya," ujar dia.

Menurut dia, hal ini pun cukup mengkhawatirkan. Sebab, belum diketahui pola serangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. "Dilakukan bulan apa, dilakukan dengan sebab apa, oleh kelompok apa, menyerang apa, tidak ada polanya, dan itu mengkhawatirkan karena tidak polanya," ujar Andi.

"Nah, Papua, pola ini belum ketemu, ini yang jadi PR kami di Lemhannas," tambahnya menjelaskan.

Andi mengungkapkan, pihaknya pun sedang melakukan kajian mendalam mengenai aksi kekerasan di Papua. Sehingga dapat menemukan cara penanganan atau treatment yang tepat.

Namun, dia menambahkan, Lemhannas telah menyelesaikan kajian tahap pertama mengenai Papua. Andi mengatakan, pihaknya akan memaparkan hasil temuan dalam kajian itu dalam rapat yang digelar di Gedung Bina Graha Komplek Istana Kepresidenan, Kamis (23/2/2023) besok.

"Hari Kamis besok akan ada rapat Papua di Bina Graha, kami diundang hadir untuk memaparkan temuan kami," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement