Sabtu 30 Aug 2025 12:48 WIB

Gubernur Pramono dan KDM Kompak Minta Warga Jaga Ketertiban, Jangan Rusak Fasilitas Umum

Ada puluhan warga korban demonstrasi dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta.

Pasukan TNI berjaga di perempatan Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Mereka menghalau para pendemo untuk memasuki kawasan Mako Brimob Kwitang.
Foto: Muhammad Hafil / Republika
Pasukan TNI berjaga di perempatan Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Mereka menghalau para pendemo untuk memasuki kawasan Mako Brimob Kwitang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh pihak agar menjaga situasi Ibu Kota tetap aman dan kondusif. Dia pun berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian dengan cara yang damai.

“Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib,” tutur Pramono, usai menjenguk korban tertabrak dan terlindas mobil perintis Brimob, Affan Kurniawan, Jumat (29/8/2025) malam, seperti dikutip Antara.

Baca Juga

Jakarta dilanda demonstrasi sejak Kamis (28/8/2025) menyusul ketidakpuasan warga atas fasilitas dan tunjangan yang diperoleh anggota DPR. Usai demonstrasi buruh pada Jumat siang, situasi makin tak terkendali di daerah Pejompongan, yang kemudian memicu tragedi Affan dilindas mobil Brimob.

Sepanjang Jumat, demonstrasi merebak di berbagai titik. Demonstrasi berubah menjadi pembakaran sejumlah halte bus transjakarta dan pos polisi dan kendaraan warga. Korban luka berjatuhan, terutama korban akibat gas airmata yang ditembakkan Brimob Polda.

Lebih lanjut, dia mengatakan koordinasi terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kondisi korban aman, situasi tetap terkendali dan hak-hak masyarakat terlindungi.

Pramono juga menegaskan, Pemprov DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi 38 korban luka-luka di sejumlah rumah sakit akibat insiden insiden unjuk rasa yang terjadi di Jakarta.

“Pemprov DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa khawatir soal biaya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 38 pasien luka-luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain:

RSCM: 1 orang, 

RS Pelni: 12 orang

RSPP: 8 orang

RS Bhakti Mulia: 5 orang

RS Budi Kemuliaan: 2 orang

RS Patria IKKT: 1 orang

RSAL Mintohardjo: 5 orang

RS Eka Permata Hijau: 1 orang

RSUD Tarakan: 1 orang

RSKD Duren Sawit: 2 orang

Sementara di Bandung, Jawa Barat, Gubernur Jabar Deddy Mulyadi menemui sejumlah demonstran di jalan. Sebelumnya, KDM, sapaan Deddy, mengatakan ia memahami ada kekecewaan warga yang berbuah unjuk rasa. Namun ia mengajak agar kekecewaan itu jangan dilampiaskan dengan merusak fasilitas umum, menjarah gedung bersejarah yang pada akhirnya akan merugikan kita semua.

"Jangan sentuh Gedung Sate ya..Jangan sentuh Gedung Sate ya..Jangan sentuh Gedung Sate ya.." kata KDM saat menemui demonstran. Ia berjanji akan berbuat adil untuk semua dan menyalami para demonstran.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement