Kamis 27 Mar 2025 21:12 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, PT KAI Siapkan Strategi Khusus di Pasar Senen

Stasiun Senen menjadi yang paling diminati pemudik karena sejumlah hal.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Sejumlah pemudik kereta api jarak jauh memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad (23/3/2025). PT KAI menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan pemudik.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah pemudik kereta api jarak jauh memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad (23/3/2025). PT KAI menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan pemudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengambil langkah antisipasi untuk memastikan kenyamanan pemudik, khususnya di Stasiun Pasar Senen. Langkah ini mencakup penambahan personel keamanan dan layanan pelanggan, pengoptimalan area tunggu, serta penyediaan fasilitas tambahan seperti pos kesehatan dan ruang laktasi.

Manajer Humas KAI Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan Stasiun Senen menjadi yang paling diminati karena sejumlah hal, antara lain harga tiket yang terjangkau, akses yang strategis dan mudah, juga jadwal perjalanan yang banyak. "Untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan pemudik, beberapa langkah antisipasi biasanya dilakukan penambahan jadwal kereta api. PT KAI biasanya menambah perjalanan kereta api tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang," kata dia pada Kamis (27/3/2025).

Baca Juga

Adapun menurut data dari KAI, pada Kamis terdapat sebanyak 42 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen, dengan sebanyak 27.766 penumpang yang pergi. Rata-rata keberangkatan per hari adalah 19.736 orang atau 76 persen okupansi. Oleh karena itu KAI menyediakan sebanyak 120 KAJJ tambahan dari Stasiun Pasar Senen, dengan kapasitas per harinya 2.963 tempat duduk.

Selain penambahan kereta api, pihaknya juga meningkatkan berbagai sarana, seperti pengisian air, fitur pengenalan wajah agar dapat masuk ke kereta lebih cepat, serta ruang tunggu dengan AC. "Penyebaran jadwal keberangkatan. Sosialisasi kepada pemudik untuk datang lebih awal sesuai jadwal guna menghindari penumpukan di jam-jam sibuk," ujarnya.

Ixfan mengatakan pihaknya juga melakukan pengaturan arus penumpang agar tidak terjadi kepadatan di pintu masuk dan peron. Selain itu, katanya, peningkatan keamanan dan pelayanan untuk membantu pemudik, serta mencegah potensi kejahatan seperti pencopetan.

"Integrasi dengan transportasi lanjutan, memastikan ketersediaan transportasi seperti bus atau angkutan lain agar penumpang yang baru tiba bisa segera melanjutkan perjalanan tanpa berdesakan," kata dia. Sejumlah tujuan mudik dari Stasiun Pasar Senen yang populer, katanya, antara lain Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Solo dan Kutoarjo, serta Malang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement