Senin 29 Apr 2024 12:25 WIB

Dosen Asal Belanda Paparkan Kesempatan Beasiswa di Negaranya Saat Diundang UKI

UKI terus menjalin kerjasama dengan universitas terbaik di Eropa.

Yvonne Klerks selaku atase pendidikan dan ilmu pengetahuan dari Kedutaan besar kerajaan Belanda untuk Indonesia.
Foto: Dok. Web
Yvonne Klerks selaku atase pendidikan dan ilmu pengetahuan dari Kedutaan besar kerajaan Belanda untuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Dalam mengembangkan kolaborasi internasional dengan universitas terkenal dari berbagai belahan dunia, Universitas Kristen Indonesia (UKI) khususnya dari fakultas hukum kembali mendatangkan seorang dosen tamu asal negara Belanda untuk mengadakan visiting lecture.

Menurut Dekan Fakultas hukum UKI Dr. Hendri Jayadi SH, MH kunjungan Yvonne Klerks selaku atase pendidikan dan ilmu pengetahuan dari Kedutaan besar kerajaan Belanda untuk Indonesia ke UKI dimaksudkan agar praktisi hukum yang dihasilkan oleh kampusnya dapat menghasilkan praktisi hukum yang berwawasan internasional.

Baca Juga

“Kami menghargai keunggulan dari universitas-universitas di Belanda seperti Universitas Amsterdam, Universitas Groningen serta berbagai universitas lainnya. Kolaborasi dengan berbagai universitas maju di eropa seperti Belanda, UKI mengharapkan bisa memperoleh bimbingan dengan universitas tersebut terutama dalam bidang akademik dan penelitian,” ungkap Hendri Jayadi dikutip pada Senin (29/4/2024). 

Dengan menjalin relasi dengan kampus-kampus ternama dunia, saat ini, lanjut Hendri FH UKI memiliki akreditasi  internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) serta sertifikasi ISO untuk layanan pendidikan.

Sementara itu dalam kuliah umumnya Yvonne Klerks menjelaskan secara umum mengenai negara Belanda baik secara geografis, kependudukan dan sosial budaya. Yvonne juga menjelaskan program-program beasiswa dan pertukaran pelajar dengan beberapa negara termasuk dengan Indonesia.

“FH UKI dapat berkolaborasi dengan universitas terkenal seperti Utrecht University, Leiden University, Amsterdam University serta berbagai universitas lainnya. Kolaborasi atau kerja sama antar universitas perlu dilakukan untuk memperkaya informasi diantara universitas itu sendiri serta serta belajar dari kekurangan dan kelebihan antar universitas,” kata Yvonne di Gedung AB UKI, Cawang, Jakarta.

Disisi lain, Yvonne Klerks juga menambahkan bahwa selain bekerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia, negaranya juga bekerja sama dengan Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera utara (Sumut) untuk mempercepat Pembangunan wisata di Danau Toba.

Kerja sama ini papar Yvonne dilakukan oleh pusat keunggulan Belanda dalam bidang hiburan, pariwisata dan perhotelan (CELT) dengan Institit Teknologi DEL Sumatera Utara dibawah naungan Pemprov Sumbar.

“Bentuk kerja samanya adalah pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan dan Tangguh melalui konsep living lab. Program ini mendapat dukungan dari Pemprov Sumut, Kedubes Belanda di jakarat, konsulat Belanda di Medan, Nuffic Neso Indonesia, IT DEL, CELTH dan mitranya, Lembaga universitas serta wise steps foundation,” kata Yvonne menambahkan.

Selain dihadiri oleh para mahasiswa/i, sejumlah dosen UKI juga turut menghadiri kuliah umum yang disampaikan oleh Yvonne diantaranya adalah Dosen sastra Susanne A.H Sitohang, Wakil dekan Fakultas ekonomi Arya Gina Tarigan, Dosen Fakultas hukum Edward Panjaitan serta sejumlah dosen lainnya.

sumber : Web
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement