Kamis 07 Dec 2023 09:12 WIB

Mahasiswa UMM Raih Medali Perak Voli di POMNAS Banjarmasin

Mahasiswa Informatika UMM, Fakhri Ziddan harus akui kemampuan tim Jateng

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi menggunakan limbah tapioka dan pepton ayam untuk alternatif makanan.
Foto: Dok Humas UMM
Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi menggunakan limbah tapioka dan pepton ayam untuk alternatif makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa baru jurusan informatika, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fakhri Ziddan Akbar bersama timnya berhasil meraih medali perak pada Cabang Olahraga Voli Pasir Putra dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVII Kalimantan Selatan. Capaian ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMM. 

Pria disapa Ziddan ini menjelaskan, saat karantina timnya berada di satu grup bersama dengan perwakilan DKI Jakarta Sulawesi Utara, dan Banjarmasin. Mereka berhasil lolos dari babak grup dan masuk babak semifinal melawan Sulawesi Selatan. 

Dia dan tim bersyukur karena mampu mengalahkan mereka. Namun, pada babak final tim harus mengakui keunggulan tim Jawa Tengah. "Meski begitu kami, khususnya saya masih bersyukur bisa membawa pulang medali perak,” katanya dalam pesan pers yang diterima Republika.

Kemenangan itu tidak diraih dengan jalan yang mudah. Ziddan mengatakan, mereka berlatih dengan keras. Hal itu juga didorong motivasinya untuk membuktikan bahwa timnya mampu mengalahkan berbagai tim lain yang lebih kuat. 

 

Berlari lebih dari empat kilo setiap hari kemudian dilanjutkan dengan bermain voli di pinggir pantai menjadi rutinitas yang harus dijalani. Ditambah lagi, dengan latihan fisik yang menguras tenaga. 

Latihan yang ia jalani sebenarnya tidak berbeda jauh dengan apa yang dilakukannya bersama atlet-atlet di UMM. Apalagi Kampus Putih juga senantiasa memberikan berbagai dukungan untuk pengembangan potensi dan minat mahasiswanya. 

Selain itu, makanan yang ia konsumsi saat persiapan harus dijaga dengan baik. Maka dari itu, selama karantina mereka dilarang memakan makanan tinggi minyak dan gula. "Hal itu tak lepas dari efeknya yang bisa mengganggu performa atlet," ucapnya.

Adapun voli juga bukan dunia yang baru bagi Ziddan. Sebab, ayahnya adalah atlet voli veteran di Jawa Timur. Ayahnya pula yang menjadi pendukung dan inspirasi paling besar baginya.

Ayahnya telah memberikan dukungan yang luar biasa baginya. Bahkan, berhasil mengantarkan dia hingga titik ini. Dia ingin mengikuti jejak sang ayah dan tekad ini sudah disimpan sejak duduk di bangku SMP. 

Dia berharap akan ada banyak juara lain yang bisa dia raih di berbagai kompetisi. "Baik regional, nasional, bahkan juga internasional," kata dia menambahkan.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement