Rabu 29 Nov 2023 12:19 WIB

SMAN 3 Bandung Bantah Siswa yang Loncat dari Lantai 3 karena Putus Cinta 

Pihak SMAN 3 memastikan bahwa siswa itu dalam pendampingan psikolog.

Rep: Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung Iwan Setiawan (tengah) didampingi Wakasek humas Ida Rohayati (kiri) menyampaikan klarifikasi terkait siswa SMAN 3 Bandung yang meloncat dari selasar lantai 3 bangunan sekolah dan terjatuh di kolam ikan yang sudah tidak berfungsi, Rabu (29/11/2023).
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung Iwan Setiawan (tengah) didampingi Wakasek humas Ida Rohayati (kiri) menyampaikan klarifikasi terkait siswa SMAN 3 Bandung yang meloncat dari selasar lantai 3 bangunan sekolah dan terjatuh di kolam ikan yang sudah tidak berfungsi, Rabu (29/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- SMAN 3 Bandung membantah tentang siswa berinisial A yang loncat dari lantai 3 bangunan sekolah diduga hendak bunuh diri karena motif putus cinta. Mereka meminta agar semua pihak menyajikan pemberitaan secara berimbang dan tidak menyudutkan siswa tersebut.

"Perlu diklarifikasi sebagaimana pemberitaan terjadi di masyarakat bahwa itu adalah percobaan bunuh diri dan sebagainya karena putus cinta, kami menyatakan itu tidak benar karena memang anak tersebut dalam pendampingan ahli," ujar Wakil Kepala Sekolah Humas SMAN 3 Bandung Ida Rohayani, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga

Sejak masuk ke SMAN 3 Bandung, ia mengatakan yang bersangkutan sudah mendapatkan penanganan dari psikolog dan psikiater yang sudah berjalan selama dua tahun. Hal itu diketahui setelah sekolah melakukan assesment terhadap siswa yang akan masuk ke SMAN 3 Bandung.

"Sebelum pembelajaran di SMAN 3 Bandung, kami melakukan assesment awal. Kami harus mengetahui latar belakang siswa, profil siswa, dan hal lain menyangkut tentang pelaksanaan pembelajaran dengan baik didapat banyak hal informasi dari seluruh siswa kami," kata dia.

 

Dengan mengetahui latar belakang siswa, pihaknya berharap siswa dapat melaksanakan pembelajaran dapat berjalan lancar. Terkait dengan kondisi korban, ia mengaku guru BK sudah mengonfirmasi kondisi korban kepada orang tua yang bersangkutan.

"Apakah benar anak itu memiliki latar belakang seperti ini, orang tuanya mengiyakan dan memberitahukan kepada kami memang sejak masuk SMA sudah didampingi oleh psikologi dan psikiater," kata dia.

Tidak menyudutkan

Ida meminta sejumlah pihak menyajikan pemberitaan yang berimbang dengan tidak menyudutkan siswa tersebut Sebab, keselamatan siswa harus diutamakan dan diharapkan segera sembuh.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement