Senin 30 Oct 2023 06:41 WIB

Buka Pesparani III, Menag Apresiasi Doktrin 100 Persen Katolik 100 Persen Indonesia

Umat Katolik menjadi contoh merawat semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Nasional di Ancol, Jakarta.
Foto: dok. Republika
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Nasional di Ancol, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Nasional di Ancol, Jakarta. Di hadapan ribuan umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia, Menag menyampaikan, apresiasi atas doktrin 100 persen Katolik 100 persen Indonesia.

“Saya ingat pesan Romo Suharyo kepada saya beberapa waktu lalu ketika sowan di kediamannya. Beliau mengatakan, bahwa umat Katolik, doktrin utamanya adalah 100 persen Katolik 100 persen Indonesia. Ini kalimat sederhana tapi menginspirasi kita semua sebagai bangsa,” kata dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, akhir pekan.

Menurut Gus Yaqut, doktrin ini sarat akan kesadaran dan peneriman terhadap keberagaman di Indonesia. Ini penting karena Indonesia didirikan dengan ciri kodrati yang majemuk, beragam, baik dari suku, bangsa, agama dan keragaman lainnya. 

“Indonesia ini berdiri, merdeka, dan kuat seperti sekarang ini karena keberbedaan dan keberagaman yang dimiliki,” sebutnya.

Gus Yaqut juga mengapresiasi tema Pesparani III, yaitu “Kebersamaan dalam Keberagaman”. Tema ini sangat relevan dengan alasan kenapa Indonesia berdiri. Tema ini juga kontekstual dengan peringatkan Hari Sumpah Pemuda yang mengangkat tema Bersama Memajukan Indonesia. 

Kebersamaan para pemuda, kata Gus Men, menjadi kunci kemerdekaan Indonesia. Kebersamaan pemuda juga menjadi kunci negeri ini bisa membangun cita-cita besar. “Pemuda menjadi kunci bagaimana kita bisa menuai harapan-harapan yang kita semai di masa-masa sekarang dan kita ambil hikmahnya di masa yang akan datang,” ujarnya.

“Saya yakin dan percaya umat Katolik akan terus menjaga keragaman, pluralitas yang kita miiki sebagai sebuah kebersamaan sekaligus kekuatan. Karena tanpa hal ini, kita sebagai sebuah bangsa, bukan apa-apa,” sambungnya. 

Gus Yaqut berharap, umat Katolik terus menjadi contoh dalam merawat semangat kebersamaan dalam keberagaman. Sebab, kebersamaan dalam keberagaman adalah kekuatan untuk membangun bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar.

Pesparani III yang selenggarakan di Jakarta akan berlangsung dari 27 Oktober sampai 1 November 2023. Pesta paduan suara ini diselenggarakan atas kerja sama Ditjen Bimas Katolik dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN).

Pesparani Katolik adalah aktivitas seni budaya umat Katolik dalam bentuk pagelaran dan lomba musik liturgi dan nyanyian. Tujuan ajang ini adalah mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan masyarakat Katolik terhadap ibadah/liturgi gerejani.

Ada 13 cabang yang akan dilombakan dalam Pesparani Katolik III. Ke-13 cabang ini terbagi dalam empat kategori, yaitu paduan suara, menyanyikan Mazmur, cerdas cermat rohani, dan tutur Kitab Suci.

Pesparani diikuti kontingen dari 38 provinsi yang terdiri dari peserta lomba, dirigen, pelatih, organis, dan ofisial. Setiap kontingen mengirimkan maksimal 250 orang. Pesparani pertama kali diselengarakan di Kota Ambon pada 2018. Adapun Pesparani Katolik II berlangsung di Kupang pada 2022.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement