Jumat 27 Oct 2023 01:50 WIB

Kemendagri Terus Gelar Pelatihan Aparatur dan Pengurus Desa 

Pelatihan aparat desa sudah sampai Angkatan ke-6, dan akan berlanjut.

Pelatihan aparatur desa
Foto: dok web
Pelatihan aparatur desa

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya meningkatkan kapasitas aparatur dan pengurus desa. Hal itu dilakukan dengan menggelar pelatihan yang melibatkan kedua unsur tersebut.

Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan pengurus kelembagaan desa Program P3PD tahun 2023. Dari target 8 angkatan pelatihan, provinsi Sumatera Selatan telah melaksanakan 6 angkatan pelatihan. Agkatan ke-6 dimulai tanggal 24-26 Oktober 2023 di 6 hotel yang berbeda, Hotel Zuri, Hotel Santika, Hotel Beston, Hotel The ALTS, Hotel Fave dan Hotel Sintesa Peninsula. 

Baca Juga

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Selatan (Bapak Dr. H.M. Senen HAR) pada Rabu, 25 Oktober 2023 yang dipusatkan di Hotel Zuri Palembang, sedangkan peserta di hotel lain ikut acara pembukaan secara online (zoom meeting). Turut hadir dalam acara pembukaan, Perwakilan dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri (Bapak Andi Manulang) dan Koordinator Provinsi Regional Management Consultan-6 P3PD Sumatera Selatan (Ibu Ir. Hj. Ernila Rizar, MM) beserta tim.

“Pelatihan Angkatan ke-6 ini diikuti 176 desa, dengan jumlah peserta 704 orang, yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, BPD, dan unsur LKD Desa” Ungkap Ibu Ernila dalam laporannya.

Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan pengurus kelembagaan desa Program P3PD dilaksanakan secara tersetruktur, sistimatis dan massif, karena dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi se-Indonesia, dalam rangka untuk meningkatakan kapasitas dan kualitas aparatur pemerintah desa dan kelembagaan desa. Demikian ungkap Bapak Andi Manulang dalam sambutannya.

Dalam sambutan dan arahan, Kepala Dinas PMD Provinsi, Bapak Dr. H.M. Senen HAR menekan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan secara serius dan tekun. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas aparatur pemerintah desa dalam rangka mewujudkan desa maju dan mandiri. Dalam rangka membangun dan memajukan desa, aparatur pemerintah desa minimal memiliki 3K (kemauan, kemampuan dan keberanian). 

Dalam membangun desa, aparatur pemerintah desa, khususnya kepala desa harus memiliki kemauan, tanpa kemauan pembangunan desa tidak akan terwujud. Ada kemauan harus juga disertai kemampuan atau kapasitas. Tanpa ada kemampuan atau kapasitas, Pembangunan akan asal-asalan.  "Ada kemauan, ada kemampuan, harus juga ada keberanian. Tanpa ada keberanian, maka Pembangunan tidak pernah akan dimulai atau diwujudkan” demikian ungkap Pak H.M. Senen HAR.  

Di akhir sambutannya, Kadis PMD Sumsel menjelaskan tentang program inovasi PMD Provinsi Sumsel bertajuk “BISA PADEK”. BISA = Bina Desa, PADEK = Profesional, Akuntabel, Demokratis, Efektif-Efisien, dan Kolaboratif. Diharapkan para peserta setelah mengikuti pelatihan ini mampu menerafkan pembinaan desa yang dilakukan secara professional, dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel), dimusyawarahkan secara demokratis, dilaksanakan secara efektif-efesien, dan melibatkan semua unsur yang terkait/berkolaborasi. PADEK dalam Bahasa daerah juga bearti baik/bagus. Jadi bina desa dilaksanakan secara baik/bagus.  

Program P3PD diharapkan mampu mendorong perbaikan tata kelola dan kinerja pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa melalui empat hal, yaitu : 1). Perbaikan kinerja pemerintah dan aparat desa; 2). Perbaikan dan penguatan sistem pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat desa; 3). Pengenalan sistem transfer insentif berbasis kinerja; dan 4). Penguatan sistem informasi dan data desa berbasis teknologi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement