Kamis 12 Oct 2023 09:02 WIB

Pj Heru Janji Segera Selesaikan Anak-Anak yang Terkena Stunting di Jakarta

Dari 23 ribu kasus stunting di Jakarta, sekitar 9.000 anak sudah bebas stunting.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Erik Purnama Putra
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Foto: Republika/Haura Hafizhah
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan jajaran mengunjungi kantor Lurah Pekojan, dan menyaksikan kegiatan pemberian makanan untuk balita di Puskesmas Pembantu Pekojan 1, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (11/10/2023).

Dalam kunjungannya tersebut, Pj Heru menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan permasalahan stunting di Ibu Kota. "Pemprov DKI Jakarta terus mencari anak-anak yang terkena stunting. Kita akan segera menyelesaikannya," kata Heru dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (12/10/2023).

Baca Juga

Saat meninjau Puskesmas Pembantu Pekojan 1, Heru menjelaskan, dari sembilan anak yang mengalami stunting, lima di antaranya sudah lulus stunting. Dengan kata lain, mereka telah mendapatkan gizi yang baik.

Sedangkan, empat anak lain dipastikan segera menyusul, setelah mendapat penanganan pemberian gizi yang tepat. "Kita terus berikan intervensi agar bisa lulus stunting. Salah satunya, sepekan dua kali kita intervensi dengan memberikan makanan yang bergizi dan susu," kata Heru.

 

Menurut Heru dari total stunting di seluruh wilayah Jakarta yang berjumlah lebih 22 ribuan kasus, sekitar 9.000 kasus di antaranya sudah dituntaskan. "Untuk angka rawan gizi, berjumlah 23 ribu kasus dan yang sudah selesai hingga saat ini ada sebanyak 13 ribu kasus," kata Heru.

Terkait penanganan stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Heru terus bersinergi melalui program Jakarta Beraksi. Pemprov DKI berkoordinasi dengan pihak terkait dalam percepatan penurunan stunting di Jakarta.

"Kami juga telah memfasilitasi pembuatan website stunting.jakarta.go.id sebagai dashboard stunting. Selain itu, dilakukan pula penguatan fungsi posyandu sebagai tempat skrining awal, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita serta PMT melalui puskesmas dan kelurahan kepada ibu hamil dan balita," ucap Heru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement