Rabu 11 Oct 2023 11:37 WIB

Khofifah Intensifkan Pemantauan Bencana Lewat WA Group

Lewat grup WA pihak terkait saling berinteraksi mendapat upgrade dan mencari solusi.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemantauan terkait bencana alam yang terjadi di wilayahnya terus dilakukan. (ilustrasi)
Foto: Dokumen
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemantauan terkait bencana alam yang terjadi di wilayahnya terus dilakukan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemantauan terkait bencana alam yang terjadi di wilayahnya terus dilakukan. Bahkan, dirinya memiliki grup percakapan WhatsApp yang setiap saat saling memberikan update terkait kebencanaan. Grup ini berisi berbagai pihak dan instansi yang terkait dengan penanganan bencana alam.

"Sehingga kapanpun ada kejadian,  perubahan, perluasan, atau mungkin pemadaman kebakaran bahkan banjir, longsor, dan lain-lain, semua sebetulnya sudah terkonfirmasi lewat grup WA yang semua stakeholder itu menjadi bagian di dalamnya," kata Khofifah, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga

Lewat group WA tersebut, kata Khofifah, pihak terkait saling berinteraksi untuk mendapatkan update mencari solusinya. Bahkan kalau harus dievakuasi, nantinya akan didiskusikan bagaimana evakuasinya. "Kalau ada yang perlu penanganan di rumah sakit bagaimana penanganannya dan seterusnya. Ini sebetulnya SOP-nya sudah cukup paten," ujarnya.

Khofifah juga memastikan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memaksimalkan proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Lawu. Utamanya dalam upaya pemadaman melalui udara atau water bombing menggunakan helikopter PK-DBM milik BNPB.

Khofifah menjelaskan, dalam sehari, proses pemadaman menggunakan water bombing bisa melakukan pemadaman 12 hingga 15 kali, tergantung titik air dan cuaca. Sumber air yang diambil untuk water bombing tersebut berasal dari Telaga Sarangan. "Sehingga kecepatan pengambilan air dan kecepatan  pemadaman bisa dihitung dengan baik," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement