Selasa 10 Oct 2023 15:27 WIB

Zulhas: Sayur Saja Sudah Online, Pedagang Pasar Tanah Abang Jangan Ketinggalan Zaman

Mendag Zulkifli Hasan minta pedagang Pasar Tanah Abang jangan ketinggalan zaman.

Seorang penjual menawarkan barang dagangan melalui streaming langsung di sebuah toko di Pasar Tanah Abang. Mendag Zulkifli Hasan minta pedagang Pasar Tanah Abang jangan ketinggalan zaman.
Foto: AP Photo/Tatan Syuflana
Seorang penjual menawarkan barang dagangan melalui streaming langsung di sebuah toko di Pasar Tanah Abang. Mendag Zulkifli Hasan minta pedagang Pasar Tanah Abang jangan ketinggalan zaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengajak pedagang di Pasar Tanah Abang untuk masuk ke dalam perniagaan daring melalui platform e-commerce seiring dengan peralihan konsumen dalam membeli barang.

Mendag juga mengapresiasi salah satu platform e-commerce yang mewadahi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjual produknya.

Baca Juga

"Shopee sudah enggak impor lagi dia, tapi dia kan menjual produk lokal. Itu membantu UMKM, tinggal sekarang (pedagang) Tanah Abangnya ayok respons. Segera ikutan Shopee kan gitu. Jangan enggak ikut, kan dia sudah enggak barang luar lagi, barang dari kita UMKM," kata Zulkifli saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Zulkifli pun menanggapi keluhan dari pedagang Pasar Tanah Abang yang meminta agar platform e-commerce lain seperti Lazada dan Shopee ditutup, setelah pemerintah menutup TikTok Shop.

 

Mendag mengatakan platform e-commerce kini tidak bisa dihindari sebagai tujuan konsumen untuk membeli barang yang dibutuhkan. Ia menilai justru pedagang yang tidak beralih ikut ke pasar digital akan tertinggal perkembangan zaman.

"Kan enggak bisa dihindari namanya itu platform digital, itu zaman kok. Saya bilang teman-teman di pasar Tanah Abang, sayur saja online sekarang, apalagi pasar-pasar yang jual barang komersial, pakaian, sepatu, itu kan harus juga mengikuti selain offline, online," katanya.

Pemerintah sebelumnya sudah mengabulkan keinginan para pedagang untuk menata agar media sosial, yakni TikTok tidak lagi bisa berjualan melalui TikTok Shop. TikTok Shop dinilai menjadi alasan sepinya penjualan dan menurunnya omzet para pedagang Tanang Abang.

TikTok Shop resmi berhenti berdagang pada Rabu (4/10/2023) lalu setelah disahkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023, yang mengatur bahwa platform social commerce hanya akan memfasilitasi promosi barang atau jasa dan dilarang menyediakan transaksi pembayaran.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement