Jumat 22 Sep 2023 21:47 WIB

Tim Khusus Mulai Susun Rencana Pemulihan Museum Nasional

Tim khusus mulai menyusun upaya perencanaan langkah pemulihan Museum Nasional.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bilal Ramadhan
Beberapa arca koleksi Museum Nasional pascakebakaran saat ini sudah berada di dalam rak penyimpanan. Tim khusus mulai menyusun upaya perencanaan langkah pemulihan Museum Nasional.
Foto: ANTARA/HO-Kemendikbudristek
Beberapa arca koleksi Museum Nasional pascakebakaran saat ini sudah berada di dalam rak penyimpanan. Tim khusus mulai menyusun upaya perencanaan langkah pemulihan Museum Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim Khusus Penanganan Museum Nasional Indonesia (MNI) bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan rangkaian diskusi terbatas dengan para ahli konservator, arkeolog, antropolog, budaya, sejarah, kurator, dan akademisi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya perencanaan langkah pemulihan MNI.

“Keterlibatan para ahli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dalam upaya pemulihan MNI adalah bukti nyata bahwa kekayaan budaya kita adalah warisan bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, lewat keterangannya, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga

Rangkaian diskusi menjadi wadah untuk memperoleh berbagai saran dan pandangan berharga dalam merespons bencana sekaligus merencanakan langkah-langkah pemulihan MNI yang terukur. Kolaborasi dengan para pakar itu diharapkan akan memberikan wawasan yang mendalam dan solusi yang lebih efektif dalam pemulihan warisan bersejarah yang terdampak.

“Bersama-sama, kami meyakini pemulihan museum ini bukan hanya tentang mengembalikan bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali jiwa dan sejarah yang ada dibalik setiap artefak,” jelas Hilmar.

 

Salah satu negara yang pernah mengalami hal serupa, yakni Prancis, sempat berbagi pengalaman penanganan musibah kebakaran Katedral Notre Dame. Katedral yang merumahi benda-benda bersejarah tersebut terbakar pada tahun 2019 dan sampai sekarang pun upaya restorasi dan pemugaran masih dilakukan.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone mengatakan, pihaknya turut berduka atas musibah yang terjadi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Menurut dia, upaya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak-pihak internasional, merupakan langkah yang bijaksana.

“Kolaborasi dengan pihak internasional, merupakan langkah yang bijaksana. Kami berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam upaya pemulihan ini,” jelas dia.

Sebelumnya, Tim Khusus Penanganan MNI akan bekerja sama dan melibatkan sejumlah pihak dalam upaya pemulihan dari dampak kebakaran beberapa waktu lalu. Salah satunya dengan pemerintah Prancis, yang berpengalaman dalam melakukan pemulihan pascakebakaran Notre Dame di Paris, Prancis, pada 2019 yang lalu.

“Kami telah berbicara dengan pemerintah Prancis secara khusus, karena pengalaman para ahli disana dalam melakukan pemulihan pasca-kebakaran Notre Dame di Paris pada 2019,” ujar Plt Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Ahmad Mahendra, di Jakarta, Rabu (20/9/2023). 

Mahendra menjelaskan, pihaknya juga akan melibatkan para ahli konservator, arkeolog, antropolog, budaya, sejarah, kurator, dan akademisi untuk menyusun perencanaan pemulihan MNI ke depan.

Perhatian utama kerja sama ini, kata dia, ditujukan untuk peningkatan sistem keamanan dan pengamanan koleksi benda bersejarah yang berada di seluruh museum dan cagar budaya di Indonesia. 

Tim khusus telah membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjalankan pemulihan, termasuk dengan mitra dari luar negeri. “Kami juga sudah berdiskusi dengan pemerintah Belanda mengenai berbagai aspek pemulihan, khususnya terkait pembangunan gedung cagar budaya dan manajemen koleksi,” terang Mahendra.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement