Kamis 14 Sep 2023 00:34 WIB

Cerita Tetangga Soal Pasangan Suami-Istri di Bekasi Cekcok Berujung Pembunuhan

Nando membunuh istrinya Mega pada Kamis (7/9/2023) dini hari dengan cara yang sadis.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Andri Saubani
Ilustrasi Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Garis polisi masih membalut pintu rumah yang dikontrak suami-istri Nando dan Mega Suryani Dewi. Pintu rumah kontrakan di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi itu dipasang garis polisi karena menjadi tempat kejadian perkara (TKP) Nando membunuh Mega pada Kamis (7/9/2023) dini hari.

Ketua RT 04/011, Kelurahan Sukadanau, Cikarang Barat, Amran Gustami mengatakan, sebagai pendatang baru, pasangan suami-istri itu belum sempat melaporkan data pribadinya. Menurut informasinya, pasangan suami-istri itu sudah tiga bulan tinggal di kontrakan tersebut.

Baca Juga

"Belum lapor. Informasinya sudah tiga bulan," kata Amran Gustami, saat ditemui Republika, Rabu (13/9/2023).

Amran mengatakan tidak mempersoalkan, suami-istri itu belum melaporkan kedatangannya ke Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Padahal, sesuai aturan umum yang berlaku di masyarakat tamu wajib lapor 1 × 24 jam kepada Ketua RT setempat.

"Mungkin sibuk. Karena memang yang ngontrak di sini tidak lama tiga bulan sudah keluar," katanya.

Amran pun mengaku tak mengetahui kronologi kejadian pembunuhan itu. Dia baru tahu ada terjadi pembunuhan di kampungnya setelah penjaga keamanan menghubunginya pada Sabtu pukul 02.30 dini hari.

"Setengah tiga malam saya dibangunin sama hansip lingkungan, saya diminta datang sama polisi. Waktu itu saya dipanggil malam Sabtunya," katanya.

Amran menceritakan, setelah datang ke lokasi, sudah banyak polisi dan warga setempat berkumpul. Meski sudah sampai di lokasi Amran masih tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, kenapa banyak polisi di tempat itu.

"Ceritanya semua polisi yang tahu. Saat datang ke lokasi saya tahunya sudah banyak polisi," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement