Rabu 13 Sep 2023 20:26 WIB

Mahasiswa UI Kembali Tuai Prestasi di Konferensi Internasional

Mahasiswa program Doktor FTUI raih Best Presenter di ajang internasional LPA 2023

Mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Kimia (DTK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Darmawan Ahmad Mukharror, meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang Konferensi Internasional Loss Prevention Asia 2023 (LPA 2023) di Malaysia. Konferensi itu digelar oleh Center for Advanced Process Safety Universiti Teknologi Petronas (CAPS UTP) Malaysia bersama Petronas Technical Delivery Excellence.
Foto: dok FTUI
Mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Kimia (DTK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Darmawan Ahmad Mukharror, meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang Konferensi Internasional Loss Prevention Asia 2023 (LPA 2023) di Malaysia. Konferensi itu digelar oleh Center for Advanced Process Safety Universiti Teknologi Petronas (CAPS UTP) Malaysia bersama Petronas Technical Delivery Excellence.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Kimia (DTK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang Konferensi Internasional Loss Prevention Asia 2023 (LPA 2023) di Malaysia. Konferensi itu digelar oleh Center for Advanced Process Safety Universiti Teknologi Petronas (CAPS UTP) Malaysia bersama Petronas Technical Delivery Excellence.

"Meraih gelar best presenter adalah suatu kebanggaan, bukan hanya karena saya mewakili UI, tetapi juga karena mewakili Indonesia secara keseluruhan,” ujar Darmawan Ahmad Mukharror, sang penerima penghargaan, dalam siaran pers, Rabu (13/9/2023).

Pada konferensi tersebut, Darmawan mempresentasikan makalah berjudul "Analysis of Hydrocarbon Gas Buried Onshore Pipeline Accidents in Indonesia as the Databases for Failure Frequency Evaluation in a Quantitative Risk Assessment."

Dia memperesentasikan hasil riset yang telah dilakukan bersama dengan guru besar Departemen Teknik Kimia yang saat ini menjabat sebagai Dekan FTUI, Heri Hermansyah.

Dari 35 presenter dalam kategori Process Safety, hanya sekitar delapan orang yang berasal dari Indonesia dan sisanya berasal dari berbagai negara lain. Darmawan berhadap prestasinya itu dapat menjadi motivasi bagi para peneliti muda UI untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Minimal dengan berpartisipasi dalam seminar atau konferensi ilmiah tingkat internasional lainnya," kata dia.

Makalah yang disampaikan oleh Darmawan merupakan sebagian kecil dari disertasinya pada Program Doktor FTUI. Meski begitu, makalah itu adalah salah satu upaya ilmiah pertama yang mencakup pengumpulan data dan analisis data terkait kecelakaan pipeline di Indonesia. Risetnya Darmawan sebut memiliki nilai penting.

“Karena dalam analisis risiko kuantitatif untuk pipa minyak dan gas, data-data yang digunakan selama ini berasal dari luar negeri, yang menghasilkan tingkat ketidakpastian dalam hasil analisis risiko bila digunakan di Indonesia. Makalah ini menjadi jembatan yang mengurangi ketidakpastian dalam analisis risiko kuantitatif untuk pipeline,” jelas dia.

Heri, pembimbing riset Darmawan, menekankan, riset analisis risiko kuantitatif untuk pipeline yang dihasilkan oleh mahasiswa itu mencerminkan bukan hanya kualitas akademik yang tinggi, tetapi juga dedikasi dalam menjalani proses penelitian yang serius dan komprehensif. Menurut dia, pihaknya mengirimkan tiga mahasiswa pascasarjana dari FTUI ke konferensi ini dengan tujuan untuk mempresentasikan hasil riset langsung kepada para ahli industri dari berbagai negara.

“Paparan hasil riset para mahasiswa FTUI adalah kontribusi berharga bagi disiplin ilmu yang relevan. Kedepannya, penelitian mereka juga akan dipublikasikan pada jurnal internasional Process Safety Progress. Semoga prestasi ini menjadi dorongan bagi mahasiswa FTUI lainnya untuk berinovasi dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Heri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement