Kamis 06 Jul 2023 19:30 WIB

Mahasiswa Universitas BSI Tasikmalaya Ajarkan Literasi dan Numerasi Terhadap Siswa SD

Kampus Mengajar juga membekali mahasiswa dengan beragam keahlian mitra guru

Kampus Mengajar merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran dan pengajaran pada satuan pendidikan dasar dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas.
Foto: dok Universitas BSI
Kampus Mengajar merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran dan pengajaran pada satuan pendidikan dasar dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kampus Mengajar merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran dan pengajaran pada satuan pendidikan dasar dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas.

Selain itu, Kampus Mengajar juga membekali mahasiswa dengan beragam keahlian serta keterampilan dengan menjadi mitra guru dan sekolah, dalam pengembangan model pembelajaran. Melalui kegiatan ini juga, akan menumbuhkan kreativitas serta inovasi dalam pembelajaran dari mahasiswa. Sehingga akan berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah.

Vina Lestari, mahasiswa aktif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya, sebagai salah satu peserta lolos program tersebut, terlibat pada Kampus Mengajar Angkatan 5. Ia ditugaskan di SDN 2 Sukamenak, Kabupaten Tasikmalaya.

"Dalam program Kampus Merdeka ini, saya sangat senang sekali bisa terlibat. Disini saya mendapat banyak sekali pengalaman untuk mengembangkan diri sendiri," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7).

 

Vina, juga melakukan upaya yang tertuang dalam program kerja yang memberikan dampak dan sesuai dengan apa yang menjadi fokusnya dari program Kampus Mengajar ini. Universitas BSI sebagai Kampus Digital Kreatif memberikan ruang dan kesempatan bagi mahasiswanya dalam pengembangan diri diluar kelas.

"Saya dan rekan-rekan saling bekerja sama dan berinovasi terhadap pembelajaran yang diterapkan di SDN 2 Sukamenak, mulai diadakannya duta literasi, fun math, nobar edukasi, pohon literasi, pengelolaan mading dan pojok baca," tandasnya.

Vina, mahasiswa jurusan Sistem Informasi Universitas BSI kampus Tasikmalaya ini menjelaskan, dalam kegiatannya di SDN 2 Sukamenak, menanamkan budaya literasi dan numerasi, yang menjadi dasar kemampuan memecahkan masalah bagi para pelajar.

"Literasi dan numerasi merupakan dasar kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sebagai pondasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, agar anak mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik di masyarakat. Permasalahan yang dialami di SDN 2 Sukemanak terlihat dari kurangnya siswa yang mampu menerapkan proses literasi dan numerasi dengan baik. Selain dari permasalahan di atas, ketersediaan tenaga kerja guru di SDN 2 Sukemanak pun sangat kurang," jelasnya.

Tidak hanya program diatas saja, Vina dan rekan-rekan juga menghidupkan kembali perpustakaan yang dimana sebelumnya perpustakaan di SDN 2 Sukamenak itu tidak ada. Salah satu ruangan di sekolah, dijadikan tempat baca siswa dan administrasi perpustakaan agar tersusun rapi dan siswa merasa nyaman saat membaca.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Sukamenak, Siti Khaerunnisa mengatakan, hadirnya program Kampus Mengajar ini dapat membantu mitra guru di SDN 2 Sukamenak yang memang dibutuhkan di sekolahnya.

“Program Kampus Mengajar ini sangat membantu para mitra guru di SDN 2 Sukamenak, terlebih dari programnya yang berfokus pada literasi dan numerasi, memang sangat dibutuhkan sekali di SDN 2 Sukamenak saat ini, Kurangnya kesadaran dan perhatian dari siswa itu sendiri terhadap literasi dan numerasi harus diperbaiki," ujar Siti.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement