Rabu 17 May 2023 16:13 WIB

Polisi Buru Pria Berseragam Pemuda Pancasila Palak Sopir Truk

Kepolisian sedang memburu pria berseragam Pemuda Pancasila yang memalah sopir truk.

Pemuda Pancasila (PP). Kepolisian sedang memburu pria berseragam Pemuda Pancasila yang memalah sopir truk di Bogor.
Foto: dokpri
Pemuda Pancasila (PP). Kepolisian sedang memburu pria berseragam Pemuda Pancasila yang memalah sopir truk di Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Kepolisian Sektor Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memburu pria berseragam ormas Pemuda Pancasila (PP) yang aksinya viral ketika memalak sopir truk.

"Hingga saat ini kami masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan pelaku yang telah kabur dari kediamannya di wilayah Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur," kata Kapolsek Rancabungur Iptu Hartanto Rahim dalam keterangannya di Bogor, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan bahwa pria berseragam ormas PP tersebut melakukan aksi pemalakan di Jalan Raya Letkol Atang Senjaya, Desa Bantarjaya, Rancabungur, Kabupaten Bogor, pada Selasa (16/5/2023).

Menurutnya, kepolisian hingga kini masih melakukan proses penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk korban pemalakan dan beberapa saksi lain yang ada di lokasi kejadian.

"Dari keterangan yang kami dapat dari Ketua PAC Pemuda Pancasila bahwa pelaku yang mengenakan seragam ormas Pemuda Pancasila tersebut tidak tercatat sebagai anggota Pemuda Pancasila PAC Rancabungur," ujar Iptu Hartanto.

Aksi pria berseragam Pemuda Pancasila itu direkam oleh sopir truk yang dia palak. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit itu, pria berseragam Pemuda Pancasila dengan menunggangi sepeda motor mengumpat dan mengintimidasi sopir truk.

Pria tersebut dengan nada tinggi dan kata-kata kasar meminta sopir truk membayar Rp 10 ribu dengan dalih bahwa setiap kendaraan truk yang melintas di jalan tersebut harus membayar.

Ia mengancam sopir truk akan menghancurkan mobil yang dikendarai jika kembali melintas tanpa memberikan uang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement