Rabu 03 May 2023 22:08 WIB

TGS Sumut Ajak Warga Terdampak Banjir Bandang Sembahe Deli Serdang Bangkit

Banjir bandang menerjang kawasan wisata pemandian alam Sembahe.

Dua anak berjalan di atas tumpukan material lumpur dan kayu usai banjir bandang di Sembahe, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (1/5/2023). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, banjir bandang yang terjadi pada Minggu 30 April 2023 tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas wisata alam pemandian sungai rusak, dua unit rumah rusak dan satu mobil mini bus terseret arus.
Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carollio
Dua anak berjalan di atas tumpukan material lumpur dan kayu usai banjir bandang di Sembahe, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (1/5/2023). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, banjir bandang yang terjadi pada Minggu 30 April 2023 tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas wisata alam pemandian sungai rusak, dua unit rumah rusak dan satu mobil mini bus terseret arus.

REPUBLIKA.CO.ID, DELI SERDANG -- Tuan Guru Sahabat (TGS) Sumatra Utara terus berupaya membantu masyarakat terdampak banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, bangkit. Banjir bandang yang terjadi pada Ahad (30/5/2023) lalu di aliran Sungai Sembahe dan sekitarnya mencapai ketinggian empat meter lebih dengan kategori waspada atau masuk level 4 atau siaga 3. 

Bencana alam tersebut juga mengakibatkan ruas Jalan Djamin Ginting sempat lumpuh, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas dari arah Kota Berastagi maupun Kota Medan pada momen itu.

Baca Juga

Koordinator Daerah TGS Ganjar Deli Serdang, Kiai Sarmada Nur Siregar mengatakan pihaknya terjun langsung ke masyarakat yang tinggal di sekitar ruas jalan tersebut.

Mereka menyambangi Desa Batu Layang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara untuk menyerahkan bantuan sejumlah paket sembako secara dor to dor demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ini tentu kita lakukan langkah-langkah untuk respons pada masyarakat apakah itu yang kena langsung maupun yang tidak langsung," ucap Kiai Sarmada, seperti dilansir pada Rabu (3/5/2023). 

Dia berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati dan lebih meningkatkan kewaspadaan terlebih di musim hujan seperti sekarang ini.

Di sisi lain, masyarakat perlu meningkatkan sikap peduli dan gotong royong saling tolong menolong dalam kondisi apapun.

"Demikian juga komunikasi silaturrahmi semakin erat sehingga dengan demikian ketika terjadi hal-hal seperti ini masing-masing bisa bertanggung jawab sekaligus mencari solusi yang terbaik," ujar Kiai Sarmada.

Masyarakat terdampak banjir bandang dari Desa Batu Layang, Sarina Pakpahan mengaku takut dengan bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu dan kediamannya pun ikut terdampak.

"Kami sangat takut sangat kaget lah ya kan gara gara gak pernah di sini ada banjir jadi kami sangat terkejut dan takut," ungkap Sarina.

Dia pun mengapresiasi langkah pihak yang berupaya menolong masyarakat korban banjir bandang.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mendirikan posko luapan Sungai Deli akibat banjir bandang menerjang kawasan wisata Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Ahad lalu. 

"Kami menyiapkan tim posko bersama pihak kecamatan dan kelurahan di Sungai Deli," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Medan Husni.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi luapan banjir kiriman di Sungai Deli yang hulunya merupakan kawasan wisata Sembahe, Kabupaten Deli Serdang.

Banjir bandang menerjang kawasan wisata pemandian alam Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Ahad (30/4/2023) pukul 15.00 WIB, demikian dilansir dari Antara

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement