Selasa 11 Apr 2023 08:13 WIB

BPIP Segera Rilis Video Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk PAUD dan SD/MI

Kepala BPIP menyebut video pembelajaran masuk tahap uji kelayakan

Kepala BPIP Prof KH Yudian Wahyudi saat Uji Kelayakan Materi Non Teks (Video Pembelajaran Pendidikan Pancasila) Sebagai Strategi Implementasi PIP pada Jenjang Pendidikan PAUD dan SD/MI, di Jakarta, Senin (10/4/2023).
Foto: dok BPIP
Kepala BPIP Prof KH Yudian Wahyudi saat Uji Kelayakan Materi Non Teks (Video Pembelajaran Pendidikan Pancasila) Sebagai Strategi Implementasi PIP pada Jenjang Pendidikan PAUD dan SD/MI, di Jakarta, Senin (10/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) segera merilis video pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). 

Kepala BPIP Prof KH Yudian Wahyudi mengatakan video yang telah dibuat sejak tahun 2021-2022 itu, saat ini dalam tahap uji kelayakan oleh unsur Pimpinan BPIP, Dewan Pengarah BPIP, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Dewan Pakar BPIP dan para narasumber yang fokus dalam materi ini.

“Kegiatan uji kelayakan ini sangat penting dilakukan supaya saling melakukan cross check dan memberikan masukan satu sama lain”, ujaranya saat membuka “Uji Kelayakan Materi Non Teks (Video Pembelajaran Pendidikan Pancasila) Sebagai Strategi Implementasi PIP pada Jenjang Pendidikan PAUD dan SD/MI”, di Jakarta, Senin (10/4/2023).

Ia berharap video yang merupakan narasi dari buku teks utama dan referensi Pendidikan Pancasila ini segera dapat di rilis dan dipublikasikan untuk jenjang Pendidikan PAUD dan SD/MI. Dirinya bahkan mengapresiasi dalam pembuatan materi non teks ini karena menurutnya generasi anak-anak, baik milenial ataupun Gen Z ini sangat familar dengan informasi visual berupa gambar atau video.    

“Tentunya, hal ini patut menjadi perhatian kita semua, agar kita berkonsentrasi dalam upaya pembumian Pancasila yang lebih intensif pada generasi bangsa, salah satunya melalui media pembelajaran” paparnya.

Materi video pembelajaran Pendidikan Pancasila ini diharapkan juga dapat mengisi ruang-ruang Pendidikan formal, agar Pancasila dapat lebih mudah dipahami oleh generasi yang tumbuh di era teknologi dan internet ini.

Disamping video pembelajaran, BPIP berkolaborasi dengan Kemendikbudristek juga telah menyusun Buku teks utama Pancasila dari tingkat SD sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang akan dipergunakan tahun ajaran 2023/2024 di seluruh di Indonesia.

Ia juga menjelaskan berdasarkan data Kemendikbudristek jumlah siswa tahun ajaran 2022/2023 pada tingkat SD sebesar 30,9 juta siswa, SMP 8,98 juta siswa SMA sebanyak 6,01 juta siswa dan mahasiswa sebanyak 9,32 juta.

“Dari data tersebut menunjukan bahwa Indonesia menyongsong era bonus demografi, dimana era populasi kaum muda akan melebihi jumlah usia lanjut” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP  Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP., M. Pd dalam laporannya berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memberikan masukan-masukan yang membangun dalam penyempurnaan video materi PIP. 

Ia bahkan berharap dengan dilakukannya uji kelayakan ini, video dapat segera di publikasikan untuk membantu menarasikan buku-buku ajar Pancasila yang akan di digunakan pada tahun ajar 2023/2024.

Menurutnya buku referensi Pendidikan dan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disusun BPIP bersama Kemendikbudristek kini telah masuk dalam aplikasi sibi Kemendikbudristek yaitu buku.kemendikbud.go.id. 

“Namun buku referensi dimaksud belum terinformasikan kepada satuan OPD dan perangkat unit lainnya, sehingga ini butuh sosialisasi dan pertemuan semua unsur yang terlibat dalam proses penyusunan”, tegasnya.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo dan seluruh penanggap yaitu Dewan Pakar BPIP mengapresiasi dengan adanya video atau film ini, ia mengakui dengan adanya video tersebut menarasikan materi-materi buku ajar Pancasila dalama bentuk gambar video.

“Dan sejak awal anak-anak itu memiliki kepekaan terhadap lingkungannya, rasa kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan, itu nampak dalam film-film ini”, ujarnya.

Meskipun demikian ia mengakui video atau film tersebut belum sempurna sehingga perlu keterlibatan stakehoders untuk menarasikan kehidupan sehari-hari dalam pelajaran Pancasila.

Ia mengaku setelah 7 film atau video tersebut selanjutnya akan terus memproduksi video-video lainnya untuk menarasikan materi-materi buku mata ajar Pancasila sesuai dengan jenjangnya. 

Dalam uji kelayakan yang diselenggarakan secara hibrid juga hadir Wakil Kepala BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum, (daring), Ketua Asosiasi Guru Pancasila Undro Aljuhri, Duta Lagu Kebangsaan Shanna Shannon dan Ikon Prestasi Pancasila Mischka dan Devon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement