Selasa 07 Mar 2023 10:15 WIB

Pemkab Natuna Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Longsor Hingga Satu Pekan Kedepan

Sebanyak 10 orang ditemukan meninggal dan 47 orang lainnya belum ditemukan.

Tangkapan layar dari video yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas meninjau lokasi longsor yang melanda sebuah desa di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin, (6/3/ 2023). Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi sebanyak 15 orang korban meninggal dunia akibat tanah longsor. Sementara itu, ada sekira 50 orang yang masih hilang.
Foto: BNPB
Tangkapan layar dari video yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas meninjau lokasi longsor yang melanda sebuah desa di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin, (6/3/ 2023). Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi sebanyak 15 orang korban meninggal dunia akibat tanah longsor. Sementara itu, ada sekira 50 orang yang masih hilang.

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA--Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan status tanggap darurat terkait longsor di Serasan selama tujuh hari, mulai Senin (6/3/2023). Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur dalam rilis yang diterima di Natuna, Selasa (7/3/2023) menyebutkan korban meninggal tercatat 10 orang.

Dari 10 korban meninggal yang ditemukan, enam sudah teridentifikasi dan empat lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, sebanyak 47 orang dinyatakan hilang, korban luka berat sebanyak satu orang, korban rawat jalan sebanyak tiga orang, korban kritis sebanyak empat orang.

Baca Juga

Data pengungsi di PLBN Serasan sebanyak 219 orang, pengungsian Puskesmas sebanyak 215 orang, pengungsian Pelimpak dan Masjid Al Furqon sebanyak 500 orang, pengungsian di SMA Negeri 1 Serasan sebanyak 282 orang, sehingga jumlah pengungsi keseluruhan mencapai 1.216 orang.

Bangunan yang tertimbun sebanyak 27 unit (26 rumah dan 1 surau). Kondisi di wilayah atau Pulau Serasan tersebut, masih kesulitan sinyal dan hanya ada di sekolah serta kantor desa yang masih bisa dioperasikan.

Saat ini tim SAR gabungan dan rombongan Bupati Natuna sedang berada di lokasi longsor. Pada Senin (6/3/2023) siang terjadi longsor besar yang menimbun satu kampung di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan akibat longsoran Gunung Jemenang.

Longsor juga tidak hanya terjadi di daerah itu, juga terjadi di Desa Jermalik dan Desa Air Nusa, Kecamatan Serasan Timur. Tidak ada laporan korban jiwa di Serasan Timur, tetapi warga sekitar juga mengungsi ke balai desa setempat. Untuk sementara, belum ada laporan terkait jumlah pengungsi yang ada di wilayah Kecamatan Serasan timur.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement