Ahad 31 Oct 2021 20:09 WIB

Pasangan Lansia Juara Favorit Lomba Mural Polda Gorontalo

Namun, mural karya pasangan lansia ini harus tersisih dalam lomba nasional di Jakarta

Rep: Djoko Suceno/ Red: Agus Yulianto
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus berdialog dengan peserta pasangan lansia Lomba Mural Piala Kapolri tingkat Polda Gorontal.
Foto: Humas Polda Gorontalo
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus berdialog dengan peserta pasangan lansia Lomba Mural Piala Kapolri tingkat Polda Gorontal.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Karya pasangan seniman mural lanjut usia (lansia) menyabet gelar juara favorit dalam ‘Lomba Mural Piala Kapolri 2021’ tingkat Polda Gorontalo. Kedua seniman yang menorehkan prestasi yaitu Riden Baruadi (69 tahun) dan Talib Eka (63). Pasangan ini mampu bersaing dengan 23 tim dalam lomba yang digelar di Lapangan Sport Center GOR David Toni, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/10).

Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, SIK, lomba yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini mengambil tema ‘Menumbuhkan Semangat Nasionalisme dan Kepedulian di Tengah Pandemi Covid 19’. Ada sebanyak 23 tim, tiap tim terdiri dari dua orang, yang ikut ambil bagian dalam lomba tingkat Polda Gorontalo ini. 

"Pasangan manula ini memiliki karya yang bagus. Selain itu semangat manula ini dalam berkarya kita apresiasi," kata dia dalam siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Ahad (31/10).

Dari 23 tim tersebut, kata Wahyu, dipilih satu tim yang memiliki desain terbaik untuk dikirim ke Jakarta sebagai wakil  Polda Gorontalo. Tim yang dikirim ke Jakarta ini, imbuh dia, yaitu pasangan suami-istri  Pipin Idris (37) Cilham Hilimi (33). 

 

Keduanya, kata dia, merupakan seniman mural di Gorontalo dan memiliki sejumlah karya terbaik selama ini. "Meski tak menjadi juara di Jakarta, namun karya pasangan ini kita apresiasi," ujar dia.

Lomba mural tingkat Polda Gorontalo ini mengambil media tembok pintu gerbang Lapangan Sport Center GOR David Toni. Tembok sepanjang 35 meter dan terbagi menjadi 12 bagian ini menjadi media bagi para seniman mural. Awalnya, tembok setinggi dua meter ini hanya berupa dinding bercat putih. Setelah dibuat mural oleh 23 tim, tembok ini lebih terlihat estetika. 

"Setelah dimuat mural space ini kini menjadi tempat selfi masyarakat yang akan berolahraga. Jadi, lebih memiliki daya tarik," kata Wahyu.

Lomba yang berlangsung sehari ini ditinjau Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus. Ia yang melihat langsung dan berinteraksi dengan seniman memberikan apresiasi khusus atas karya tersebut. 

Space yang tadinya kaku, kata dia, kini menjadi lebih berestetika. "Memiliki nilai keindahan. Dan saya melihat masyarakat menyukai karya tersebut. Buktinya, area tersebut kini menjadi tempat selfi baru bagi masyarakat. Menjadi tempat wisata baru," tutur dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement