REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pasukan penjajahan Israel mendapatkan perlawanan keras dari pejuang-pejuang Palestina diingkungan Zeitoun dan Sabra di Kota Gaza. Pihak Israel melaporkan seorang tentara mereka tewas dan lainnya luka-luka.
Lingkungan itu jadi lokasi operasi perlawanan dan bentrokan tatap muka dengan senapan mesin. Bentrokan dimulai dengan penyergapan perlawanan yang menewaskan tentara pada Sabtu (30/8/2025). Helikopter evakuasi juga menjadi sasaran tembakan perlawanan, menurut media Israel.
Media Israel mengonfirmasi bahwa tentara Israel telah mengaktifkan apa yang disebut Protokol Hannibal untuk mencegah penangkapan tentara manapun, bahkan jika hal ini menyebabkan kematian mereka akibat penembakan.
Radio Tentara Israel melaporkan bahwa tujuh tentara terluka pada malam sebelumnya ketika sebuah pengangkut personel lapis baja menghantam alat peledak di lingkungan Zeitoun. Menyusul laporan bahwa empat tentara hilang, situs web Israel melaporkan bahwa kontak dengan mereka telah dipulihkan. Tentara Israel melakukan operasi pengeboman di Khan Yunis tengah dan utara, dan kapal perang menembakkan peluru ke arah pantai kota.
Di lapangan, tentara pendudukan Israel mengumumkan kematian seorang sersan pertama dari perusahaan logistik Divisi 36 dalam pertempuran di Jalur Gaza selatan pada Sabtu. Media Israel melaporkan bahwa tentara tersebut tewas akibat tembakan teman sendiri, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Hal ini menjadikan jumlah tentara Israel yang terbunuh di semua medan perang sejak 7 Oktober 2023 menjadi 900 perwira dan tentara. Radio Tentara Israel juga melaporkan bahwa dua tentara dari Brigade Golani terluka ringan akibat ledakan bom dalam apa yang digambarkan sebagai insiden operasional di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.
Brigade Qassam mengatakan mereka menghancurkan sebuah pengangkut personel lapis baja dengan ranjau darat pada hari Jumat di dekat Universitas Gaza, di selatan lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, dan menambahkan bahwa mereka telah mengamati pendaratan helikopter evakuasi. Hal ini terjadi setelah media Israel melaporkan kematian seorang tentara dan 11 orang lainnya terluka parah.