Jumat 29 Aug 2025 10:04 WIB

Pramono Jamin Bantuan Penuh Proses Pemulasaran Jenazah Hingga Pemakaman Affan Kurniawan

Pramono pada Jumat melayat ke rumah driver ojol yang tewas terlindas rantis Polri.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka almarhum driver ojol, Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan rantis Brimob Polri, di tengah demonstrasi 28 Agustus 2025.
Foto: Dok Pri Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka almarhum driver ojol, Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan rantis Brimob Polri, di tengah demonstrasi 28 Agustus 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung siap membantu proses pengurusan jenazah driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang menjadi korban dalam insiden unjuk rasa yang terjadi di Jakarta. Affan dilindas mobil polisi hingga meninggal dunia saat di rumah sakit.

Hal itu disampaikan Pramono setelah melayat ke rumah duka Affan Kurniawan. Pramono menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Affan.

Baca Juga

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Affan Kurniawan Bin Zulkifli. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya serta menempatkannya di surga terbaik. InsyaAllah kami hadir memberi perlindungan dan support kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Pramono saat melayat ke rumah duka di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025).

Pemprov DKI Jakarta memastikan memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban, mulai dari proses pemulasaran jenazah hingga pemakaman.

“Kami berkomitmen untuk membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani. Pemulasaran dan pemakaman akan kami fasilitasi dengan sebaik-baiknya,” ujar Pramono.

Pramono juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi Ibu Kota agar tetap aman dan kondusif.

“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian dengan cara yang damai. Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib,” ujar Pramono.

Selain korban meninggal dunia, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 38 pasien luka-luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain:

RSCM: 1 orang

RS Pelni: 12 orang

RSPP: 8 orang

RS Bhakti Mulia: 5 orang

RS Budi Kemuliaan: 2 orang

RS Patria IKKT: 1 orang

RSAL Mintohardjo: 5 orang

RS Eka Permata Hijau: 1 orang

RSUD Tarakan: 1 orang

RSKD Duren Sawit: 2 orang

“Pemprov DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa khawatir soal biaya,” ujar Pramono.

Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan hak-hak masyarakat terlindungi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement