Jumat 04 Apr 2025 15:55 WIB

Meksiko Dikecualikan, Presiden Claudia Sheinbaum Puji Donald Trump

Sheinbaum memuji perlakuan baik Trump kepada Meksiko, yang terhindar tarif 10 persen.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
 Presiden  Meksiko Claudia Sheinbaum.
Foto: EPA-EFE/Isaac Esquivel
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA MEKSIKO -- Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menyampaikan rasa terima kasih setelah negaranya dikecualikan dari daftar tarif oleh Presiden AS Donald John Trump. Dia pun mengutip hubungan baik pemerintahnya dengan pemerintahan Trump.

Dalam konferensi pers di Kota Meksiko pada Kamis (3/4/2025), Sheinbaum memuji perlakuan baik Trump terhadap Meksiko, yang terhindar tarif menyeluruh sebesar 10 persen. Padahal, Trump mengenakan tarif 10 persen terhadap beberapa negara Amerika Latin.

Baca Juga

"Seperti yang Anda ketahui, acara ini direncanakan sehubungan dengan apa yang mungkin terjadi kemarin selama presentasi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat mengenai kerangka perdagangan baru yang dia usulkan untuk seluruh dunia," kata Sheinbaum di hadapan ribuan pendukung dan pejabat tinggi pemerintahannya.

"Beruntungnya, dan berkat hubungan yang kuat yang telah kami bangun dengan pemerintah Amerika Serikat melalui koordinasi dan kolaborasi, sesuatu yang sangat penting terjadi kemarin, pengakuan terhadap perjanjian dagang Amerika Serikat-Meksiko-Kanada, yang sangat krusial saat ini," ucap Sheinbaum menambahkan.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Anadolu, Kanada dan Meksiko tidak dikenakan dalam tarif baru karena sebelumnya telah menghadapi sanksi dari Trump, yang menekan mereka agar mengambil tindakan lebih besar terhadap migrasi dan aliran fentanil ilegal melintasi perbatasan AS.

Pejabat tersebut mencatat, jika tarif yang ada saat ini dihentikan atau ditangguhkan berdasarkan tindakan mereka, akan dikenakan tarif dari rezim baru tersebut. Meski begitu, Sheinbaum tetap memuji Trump atas perlakuan istimewa terhadap Meksiko.

"Kita harus selalu menghargai kesediaan Presiden Amerika Serikat untuk terlibat dalam dialog dengan rasa hormat terhadap negara kita. Kita adalah tetangga, dan kita memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dan berkoordinasi," ujar Sheinbaum.

Sementara itu, di Brasil, Trump mengenakan tarif 10 persen atas ekspor dari negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut. Hal itu mendorong Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dan pemerintah Brasil untuk mencari tindakan balasan.

"Mengingat keputusan Amerika Serikat untuk mengenakan tarif tambahan terhadap produk Brasil, kami akan mengambil semua tindakan yang tepat untuk membela perusahaan dan pekerja kami, dengan menggunakan Undang-Undang Timbal Balik Ekonomi yang disetujui kemarin oleh Kongres Nasional dan dengan merujuk pada pedoman Organisasi Perdagangan Dunia," kata Lula. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement