Jumat 04 Apr 2025 14:12 WIB

Balas Trump, Macron Desak Perusahaan Prancis Berhenti Investasi di AS

Presiden Macron menekankan pentingnya kepastian sebelum melanjutkan investasi di AS.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Foto: AP Photo/Michel Euler
Presiden Prancis Emmanuel Macron.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (3/4/2025), mendesak perusahaan-perusahaan di negaranya untuk menghentikan sementara semua proyek investasi di Amerika Serikat (AS). Hal itu menyusul Presiden AS Donald John Trump menaikkan tarif terhadap impor barang dari Uni Eropa (EU).

Dalam pertemuan di Istana Elysee, Paris, Macron menekankan pentingnya kepastian sebelum melanjutkan investasi. Pertemuan itu diadakan sebagai tanggapan atas pengumuman tarif impor AS terhadap puluhan negara dan kawasan ekonomi, termasuk EU.

Baca: Pesawat Pengebom Tu-22M3 Backfire-C Rusia Jatuh di Irkutsk

Impor dari EU akan dikenakan biaya tambahan sebesar 20 persen, sementara yang lain akan dikenakan tarif bervariasi mulai 10 persen. "Yang penting adalah (...) bahwa investasi di masa datang atau yang diumumkan dalam beberapa pekan terakhir, ditangguhkan sementara hingga kita mengklarifikasi berbagai hal dengan Amerika Serikat," kata Macron.

Dia memperingatkan, akan ada kesan yang salah jika para pebisnis Eropa terus menggelontorkan dana ke ekonomi AS saat negara itu memberlakukan tarif yang tinggi terhadap Eropa. "Pesan apa yang akan disampaikan jika pemain-pemain besar Eropa mulai menginvestasikan miliaran euro dalam ekonomi Amerika pada saat mereka 'memukul' kita?" kata Macron.

Baca: Athan RI di Myanmar Sambut Tim Satgas Bantuan Kemanusian

Dia menyebut, keputusan AS itu "brutal dan tidak berdasar." Macron juga memperingatkan bahwa pembatasan perdagangan yang baru itu akan berdampak besar pada ekonomi Eropa dan menekankan pentingnya Eropa bersatu untuk menghadapi krisis.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement