Kamis 26 Mar 2026 17:34 WIB

Dua Anak Harimau Benggala Mati di Kebun Binatang Bandung, Ini Penjelasan Dokter

Dua anak harimau Benggala itu terjangkit virus panleukopenia.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Induk Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) menjaga dua anaknya yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025). Kebun Binatang Bandung memiliki koleksi Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris) baru sebanyak dua ekor yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan yang bernama Jelita (betina) 4,5 tahun dan Sarukh Khan (jantan) 22 tahun, dengan kelahiran tersebut kini Kebun Binatang Bandung memiliki lima ekor Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris).
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Induk Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) menjaga dua anaknya yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025). Kebun Binatang Bandung memiliki koleksi Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris) baru sebanyak dua ekor yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan yang bernama Jelita (betina) 4,5 tahun dan Sarukh Khan (jantan) 22 tahun, dengan kelahiran tersebut kini Kebun Binatang Bandung memiliki lima ekor Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dua ekor anak Harimau Benggala Hara dan Huru mati di Kebun Binatang Bandung karena terinfeksi virus Feline Panleukopenia. Sejumlah gejala dialami kedua ekor anak harimau tersebut sebelum akhirnya mati.

Dokter Hewan Agnisa mengatakan tim medis telah melakukan rapid test terhadap kedua anak harimau itu dan dinyatakan terjangkit virus panleukopenia. Petugas pun sudah melakukan pemeriksaan saat kedua anak harimau itu mengalami sejumlah gejala.

Baca Juga

"Saat gejala mulai muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis secara pasti. Sampel yang diambil dari feses menunjukkan hasil positif panleukopenia pada kedua anakan tersebut," ucap dia, Kamis (26/3/2026).

Sementara itu, Humas BBKSDA Eri Mildrayana mengatakan pihaknya berupaya memberikan penanganan kepada kedua anak harimau tersebut. Akan tetapi tidak berhasil terselamatkan.

"Secara umum, kedua anak harimau Benggala ini terjangkit virus panleukopenia. Meskipun sudah diupayakan penanganan oleh berbagai pihak, namun tidak dapat diselamatkan," ucap dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement