Kamis 26 Mar 2026 18:35 WIB

Dua Harimau Benggala Mati, Farhan Evaluasi Bandung Zoo

Pemerintah janji perbaiki sistem pengelolaan konservasi.

Dua anak Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025). Kebun Binatang Bandung memiliki koleksi Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris) baru sebanyak dua ekor yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan yang bernama Jelita (betina) 4,5 tahun dan Sarukh Khan (jantan) 22 tahun, dengan kelahiran tersebut kini Kebun Binatang Bandung memiliki lima ekor Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris).
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Dua anak Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025). Kebun Binatang Bandung memiliki koleksi Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris) baru sebanyak dua ekor yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan yang bernama Jelita (betina) 4,5 tahun dan Sarukh Khan (jantan) 22 tahun, dengan kelahiran tersebut kini Kebun Binatang Bandung memiliki lima ekor Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan akan mengevaluasi tata kelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) setelah dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara dilaporkan mati.

“Kehilangan dua anakan harimau ini merupakan pelajaran penting sekaligus pukulan berat bagi kami. Kami sangat prihatin dan sedih. Ke depan, kami akan melakukan perbaikan secara menyeluruh,” kata Farhan, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga

Menurut Farhan, peristiwa tersebut menegaskan pentingnya peningkatan sistem pengelolaan kebun binatang agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Sebagai lembaga konservasi, lanjut dia, kebun binatang memiliki tanggung jawab utama menjaga keberlangsungan hidup dan reproduksi satwa langka.

“Kehilangan ini menjadi momentum untuk berbenah,” ujarnya.

Ia menambahkan evaluasi akan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta Kementerian Kehutanan guna memperbaiki sistem pengelolaan secara komprehensif.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement