Ahad 07 Apr 2024 12:58 WIB

ABK Kapal Asal China Jatuh di Perairan Kotabaru

Kapal Guo Yuan 12 berangkat dari Muara Berau dengan tujuan Singapura pada Jumat.

Korban kapal tenggelam (ilustrasi).
Foto: Antara
Korban kapal tenggelam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN--Tim gabungan Basarnas Banjarmasin berupaya mencari anak buah kapal (ABK) bernama Gong Yu Wu (57 tahun). Gong Yu Wu merupakan warga negara asing (WNA) asal China yang terjatuh dari Kapal Kargo Guo Yuan 12 di kawasan Perairan Pulau Sembilan Kotabaru Kalimantan Selatan.

Kepala Basarnas Banjarmasin Al Amrad mengatakan, korban dilaporkan terjatuh dari kapal di sekitar perairan Pulau Sembilan Kotabaru pada Selasa (6/4/2024). “Crew kapal sempat mencari korban di seluruh kabin kapal beberapa saat tetapi tidak ditemukan,” kata Al Amrad, Ahad (7/4/2024).

Baca Juga

Berdasarkan informasi yang diterima, katanya, pada Jumat (5/4/2024) Kapal Guo Yuan 12 berangkat dari Muara Berau dengan tujuan ke Singapura. Lalu pada Sabtu (6/4/2024) sekitar pukul 11.40 Wita, crew kapal menyadari bahwa korban tidak ada di dalam kapal.

Dia menyebutkan, setelah beberapa saat kemudian, Kapten Kapal melaporkan ke MRCC Cina (SAR Center-Beijing) dan diteruskan ke Basarnas Command Center (BCD). Hingga akhirnya diteruskan ke Kantor Basarnas Banjarmasin untuk dilanjutkan proses pencarian terhadap korban.

“Setelah menerima informasi bahwa ada WNA asal China terjatuh di wilayah perairan Kalsel, kami langsung menerjunkan tim dari Pos SAR Kotabaru untuk melakukan pencarian,” katanya.

Al Amrad menjelaskan pula, untuk sementara waktu, proses pencarian terhadap korban dilakukan sesuai informasi terakhir di mana titik terakhir korban dinyatakan hilang dari dalam kapal, yakni di sekitar perairan Pulau Sembilan tepatnya pada koordinat 4°33'48.00"S-115°44'24.00"E.

Sementara, ciri-ciri korban memiliki postur dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter, menggunakan baju warna biru dan helm berwarna merah. “Hingga hari ini masih proses pencarian, tentu kami berharap tim dapat maksimal melakukan pencarian agar korban segera ditemukan,” kata Al Amrad.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement