Jumat 05 Apr 2024 16:49 WIB

Dua Terduga Anggota KKB Ditembak Mati karena Tembaki Pendulang Emas

Satgas Damai Cartenz memastikan dua OAP yang ditembak mati anggota KKB.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Agus raharjo
Baku tembak TNI dan teroris KKB Papua terjadi di Nduga Papua. Kontak tembak (ilustrasi)
Foto: anadolu agancy
Baku tembak TNI dan teroris KKB Papua terjadi di Nduga Papua. Kontak tembak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Pasukan gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Polri menembak mati dua orang asli Papua (OAP) yang diduga sebagai anggota separatisme bersenjata. Peristiwa tersebut terjadi dalam kontak tembak antara pasukan gabungan Satgas Damai Cartenz-Satgas Amole-Satgas Nenggala dengan kelompok separatisme di wilayah Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, Kamis (4/4/2024) sore waktu Papua.

Panglima Komando Gabungan Wilayah (Kogabwilhan) III Letnan Jenderal (Letjen) Richard Tampubolon dalam siaran persnya menyampaikan, dua OAP yang tewas dan diduga sebagai kelompok separatisme teridentifikasi sebagai Abubakar Kogoya (ABK), dan Demianus Magay (DM). Letjen Richard menyampaikan, kontak tembak tersebut dipicu dari letusan senjata di area Mile 69 Kali Kuluk di Tembagapura. 

Baca Juga

Kelompok separatisme, kata Letjen Richard melepaskan tembakan yang menyasar para pendulang emas. “Situasi tersebut mengakibatkan para pendulang non karyawan atau masyarakat setempat lari ketakutan, dan berlarian ke arah Utikini,” ujar Letjen Richard melalui siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (5/4/2024).

Mendapatkan laporan situasi tersebut, pasukan gabungan TNI-Polri dari tiga satgas bergegas menuju ke lokasi penyerangan, dan terjadi kontak tembak. “Dari kontak tembak, ditemukan dua korban jiwa dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang diantaranya, adalah Abu Bakar Kogoya,” ujar Letjen Richard.

Usai kontak tembak, pasukan gabungan juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan kelompok tersebut untuk melakukan aksi-aksi separatisme dan penyerangan warga-warga sipil. Kasatgas Humas Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno dalam siaran persnya memastikan, dua separatisme yang ditembak mati tersebut adalah Abubakar Kogoya (ABK), dan Demianus Magay (DM).

“Keduanya adalah anggota KKB,” begitu ujar AKBP Bayu Suseno.

Sementara Kepala Satgas Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Faizal Ramadhani menambahkan Abubakar Kogoya, selama ini dikenal juga sebagai Abubakar Tabuni. “Jabatannya di KKB adalah sebagai Komandan Operasi Umum Kodap 8 di Intan Jaya,” tutur Kombes Faizal.

Sedangkan Demianus Magay, selama ini juga dikenal sebagai Natan Wanimbo. “Demianus Magay alias Natan Wanimbo selama ini merupakan Komandan Operasi Umum KKB wilayah Sorong sampai Merauke,” tegas Kombes Faizal.

Kombes Faizal melanjutkan, dua jenazah separatisme tersebut saat ini ada di Posko Mile 66. Namun kata Kombes Faizal, belu ada satupun dari pihak keluarga yang bersedia mengambil jenazah keduanya. Selanjutnya, kata Kombes Faizal, jenazah Abubakar Kogoya dan Demianus Magay akan dimakamkan di Utikini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement