Rabu 01 Nov 2023 09:17 WIB

Tangis Pilu Bocah Empat Tahun di Rumah Penemuan Jasad Ayah dan Anak di Koja

Seorang petugas Babinsa sempat mengira semua penghuni rumah meninggal.

Rumah tempat penemuan jasad ayah dan anak yang membusuk di Jalan Balai Rakyat V, RT 006 RW 003, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (30/10/2023).
Foto: Republika/ Alkhaledi Kurnialam
Rumah tempat penemuan jasad ayah dan anak yang membusuk di Jalan Balai Rakyat V, RT 006 RW 003, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (30/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, Kisah penemuan ayah dan anak yang tewas di dalam rumah di Koja, Jakarta Utara, menyisakan sebuah cerita pilu. Bagaimana tidak, di dalam rumah tersebut, petugas dan warga juga menemukan dua anggota keluarga yang ternyata masih hidup dengan keadaan sangat lemas. 

Keduanya, yakni ibu dan anak yang berusia empat tahun. Menurut penuturan Babinsa Koramil 01 Koja Kodim 0502 Jakarta Utara Sersan Dua Bambang Dwi Ratmoko, saat ia mengetuk pintu rumah tidak ada respons. 

Baca Juga

Tebesit dalam pikiran bahwa seluruh penghuni telah meninggal mengingat bau busuk yang cukup menyengat dari dalam rumah. Namun alangkah kagetnya saat ia menemukan seorang wanita yang sedang duduk di sofa ruang tamu dalam keadaan lemas dengan wajah yang pucat.

Ketika Bambang bertanya di mana suami dan anak-anaknya? wanita tersebut menjawab sedang keluar rumah. "Saya tidak percaya, langsung memeriksa seluruh ruangan yang berada di rumah," kata dia, Selasa (31/10/2023). 

 

Saat akan menuju ke ruang kamar, Bambang menemukan sesosok jenazah dalam kondisi tertelungkup di depan kamar mandi. Dia pun memeriksa ruang kamar pertama, namun dalam keadaan kosong.

Kemudian ketika akan memeriksa kamar ke dua kondisinya dalam keadaan terkunci. Sehingga dengan menggunakan alat linggis, Bambang menjebol jendela yang juga terkunci rapat.

Bambang kaget melihat di dalam kamar ke dua itu ternyata ada seorang anak berusia empat tahun yang sedang menangis dalam keadaan lemas di tempat tidur.

Setelah masuk ke dalam kamar, ternyata ada sesosok balita lain berumur dua tahun dalam kondisi tewas, tertelungkup di lantai bawah kasur.

Bambang pun langsung meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mengevakuasi wanita dan anak yang ditemukan masih bernyawa ke rumah sakit. 

Babinsa Koramil 01 Koja itu mengatakan wanita yang ditemukan di ruang tamu bernama Nur Hikmah Fuzianti (31) merupakan istri dari korban yang ditemukan tewas Hamka Rusdi berusia 50 tahun. Dan anak wanita yang ditemukan masih hidup merupakan anak pertamanya Afidah Dzakiah (4) bersama yang tewas anak kedua Abid Qushayyi (2).

Menurut Bambang, kondisi sang istri tampak lemas linglung. Dia tidak bisa bangun dari duduknya, dan mesti digotong ke luar rumah. Sedangkan rumah tempat kejadian perkara penemuan mayat merupakan milik orang tua dari sang suami.

Serda Bambang juga mendapatkan informasi dari warga sekitar kalau istri korban cenderung tidak bersosialisasi lantaran dilarang oleh suami yang pencemburu besar, mengingat perbedaan umur keduanya cukup jauh.

Nur Hikmah Fuzianti (31) kelahiran 1981 dan putri kandungnya Afidah Dzakiah (4) dilarikan ke bidan sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (28/10). "Terus saya menghubungi Danramil untuk informasi bahwa ada penemuan mayat. Saya hubungi Bhabinkamtibmas-nya terus dia hubungi Polsek, ditangani oleh pihak Polsek."

Depresi dan kelaparan

Ibu rumah tangga yang ditemukan lemas dan linglung di TKP penemuan  jenazah suami dan anak lelakinya Jalan Balai Rakyat V, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (28/10) disebabkan kelaparan. Demikian keterangan dokter yang menjadi tetangga korban.

Kesaksian dr. Diana N  yang berpraktik di lokasi tersebut, Selasa, mengungkapkan kondisi kelaparan sempat diderita ibu dan anak yang diselamatkan Babinsa Koramil 01 Koja, Kodim 0502 Jakarta Utara Serda Bambang Dwi dari rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement