Kamis 12 Oct 2023 14:42 WIB

Dinas ESDM Jabar Periksa Sampel Semburan Gas-Air di Sukaraja Bogor

Dinas ESDM Pemprov Jabar memeriksa sampel semburan gas air di Sukaraja Bogor

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Semburan air bercampur gas di Bogor. Dinas ESDM Pemprov Jabar memeriksa sampel semburan gas air di Sukaraja Bogor
Foto: Republika
Semburan air bercampur gas di Bogor. Dinas ESDM Pemprov Jabar memeriksa sampel semburan gas air di Sukaraja Bogor

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah 2 Bogor mengambil sampel dari semburan air bercampur gas, di Kampung Leuwi Kotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sampel tersebut akan diperiksa untuk memastikan apakah kandungan yang ada di semburan itu berbahaya atau tidak.

Camat Sukaraja Ria Marlisa, mengatakan hasil pemeriksaan sampel ini nantinya akan disampaikan oleh KCD ESDM Provinsi Jawa Barat Wilayah 2 Bogor dan ditindak lanjut sesuai kewenangannya. Semburan ini muncul di tengah permukiman warga, tepatnya di dalam kompleks kos-kosan sehingga puluhan penghuni kos diungsikan sementara.

Baca Juga

“Kalau mengandung apa kami belum bisa menginformasikan, karena kami sudah mengkomunikasinya kepada ESDM provinsi yang mempunyai kewenangannya. Tadi pun sudah datang dan sudah mengambil sampel untuk hasil selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh mereka,” kata Ria ketika ditemui Republika di lokasi, Kamis (12/10/2023).

Terkait dugaan kandungan gas metana yang ada di semburan tersebut, dikatakan Ria, hal itu ditemukan oleh PGN yang juga memeriksa ke lokasi semalam. Pantauan Republika di lokasi, semburan itu mengeluarkan bau tidak sedap seperti belerang dengan tinggi sekitar 20 meter.

“Dugaan tersebut disebutkan oleh PGN karena semalam kami beserta BPBD dan PGN menduga ada unsur gas metana. Tapi dari alat yang digunakan sampai saat ini belum bisa dipastikan,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kasie Energi dan Ketenagalistrikan pada KCD ESDM Provinsi Jawa Barat Wilayah II Bogor, Hariman Sutisna, mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa menganalisa secara pasti. Lantaran ia harus melakukan pemeriksaan sampel dan mencocokkan dengan data yang ada.

“Mulai dari kronoligisnya, proses pengeborannya karena semua itu akan berkaitan. Itu yang hanya bisa sampaikan saat ini karena kita harus tahu dulu data-data itu,” ujarnya.

Dari data-data itu, sambung Hariman, akan dievaluasi dan dikoordinasikan. Ia pun menerima aduan dari masyarakat, yang juga akan dilaporkan hasilnya.

“Kita akan koordinasikan masalah tim teknis itu kapan datang ke sini, evaluasinya seperti apa. Sementara saya pengen tahu data-datanya dulu,” kata Hariman.

Sebelumnya, diberitakan semburan air bercampur gas muncul di tengah permukiman warga di Kampung Leuwi Kotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/2023) sore. Semburan air itu muncul setelah ada pengeboran sumur bor sedalam 130 meter.

Kapolsek Sukaraja Kompol Birman Simanullang, mengungkapkan peristiwa itu bermula ketika pemilik kos-kosan hendak membuat sumur bor. Lantaran warga sekitar termasuk penghuni kos kekurangan air di musim kemarau, sehingga berusaha mendapatkan air dengan melakukan pengeboran.

“Pengeboran ini (dilakukan) kurang lebih sebulan, tidak dapat air. Tadi sore, yang mengebornya itu ada rasa putus asa, jadi mengambil peralatannya, dinamo. Tau-tau, tiba-tiba ada semburan air campur gas, itu yang terjadi sampai sekarang,” kata Birman kepada wartawan di lokasi, Rabu (11/10/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement