Jumat 06 Oct 2023 14:46 WIB

UIN-Mafindo Kuatkan Literasi Pemilih Pemula untuk Cegah Hoaks

Hoaks atau berita bohong di Indonesia, jumlahnya terus bertambah.

Prodi Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Kelas Cek Fakta untuk mahasiswa di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (5/10/2023).
Foto: UIN Syarif Hidayatullah
Prodi Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Kelas Cek Fakta untuk mahasiswa di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (5/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Prodi Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Kelas Cek Fakta untuk mahasiswa yang kebanyakan calon pemilih pemula pada Pilpres dan Pilkada 2024. Anak muda yang melek teknologi diharapkan dapat membantu kerja para penggiat anti fitnah dan berita hoaks untuk melawan luapan informasi yang sesat. 

Dekan FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto mengatakan peradaban perlu dibangun melalui kebenaran bukan pembenaran. Dan kebenaran perlu di cari dengan melakukan verifikasi.

Baca Juga

“Oleh karena itu ketrampilan cek fakta menjadi modal penting bagi para calon jurnalis yang akan mengawal kebenaran bagi publik. Mengingat setiap tahun politik kerap banyak konflik terjadi di masyarakat akibat maraknya berita hoaks,” ujar Gun Gun Heryanto, saat membuka kegiatan ini, Kamis (5/10/2023).

Workshop yang di adakan di kampus UIN Ciputat ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai elemen mahasiswa kampus ini  merupakan langkah nyata  dalam mengawal proses demokrasi yang aman dan nyaman menjelang Pilpres 2024.

Menurut Yuli setiyowati, koordinator wilayah Mafindo, banjir informasi hoaks setiap waktu tidak bisa dilawan oleh sekelompok orang saja, karena kecepatan informasi hoaks diproduksi tidak sebanding dengan bantahan atas informasi tersebut. “Butuh kolaborasi semua pihak untuk saling membahu membendung berita hoaks tersebar luas,” tuturnya dalam kesempatan sama. 

Hoaks atau berita bohong di Indonesia, jumlahnya terus bertambah. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, hingga Mei 2023, sebanyak 11.642 konten hoaks telah diidentifkasi. Total konten itu terhitung sejak periode Agustus 2018 sampai dengan Mei 2023. Oleh karena itu, literasi mengenai hoaks ini perlu ditingkatkan diberbagai tataran masyarakat. 

Bintan Humeira, Ketua Prodi Jurnalistik FDIKom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengungkapkan harapan yang besar melalui kegiatan kolaborasi dengan Mafindo. “Kami berharap, kegiatan ini dapat melahirkan para penggiat literasi anti hoaks dari mahasiswa sebagai intelektual sekaligus aktivis muda yang sebagian besar adalah pemilih pemula.  Langkah kolaborasi untuk melawan hoaks menjadi urgensi di era digital saat ini,” tutur Bintan yang menginisiasi kegiatan ini di acara yang sama. 

Kelas Cek Fakta ini merupakan gelaran kedua setelah kampanye anti berita hoaks yang digelar UIN-Mafindo. Aktivitas pertama dilakukan saat   Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) untuk orientasi mahasiswa baru di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 15 Agustus lalu. Pada saat itu, sebanyak 850 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement