Rabu 06 Sep 2023 14:52 WIB

PKB Datangi Nasdem: Gerak Cepat Pemenangan Anies-Muhaimin

Elektabilitas Anies kuat di luar Pulau Jawa, tetapi lemah di Jateng dan Jatim.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erik Purnama Putra
Sekretaris Jenderal PKB, M Hasanuddin Wahid bersama sejumlah pengurus partai bersilaturahim ke Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Sekretaris Jenderal PKB, M Hasanuddin Wahid bersama sejumlah pengurus partai bersilaturahim ke Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (6/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendatangi Nasdem Tower pasca dideklarasikannya pasangan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (Amin). Kedatangannya tersebut dalam rangka konsolidasi untuk pemenangan pasangan tersebut.

"Kehadiran kami tentunya berkonsolidasi, berkolaborasi untuk gercep, gerak cepat atas deklarasi itu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh baik oleh Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa," ujar Sekretaris Jenderal PKB, M Hasanuddin Wahid di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Baca Juga

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Nasdem Effendy Choirie alias Gus Choi menyambut baik kedatangan PKB. "Kami bisa segera bahu-membahu bersama rakyat untuk membangun sentimen positif dan memenangkan pasangan Anies Baswedan dan Gus Muhaimin Iskandar yang seringkali singkat menjadi Amin," ucap Gus Choi.

Sebelumnya, Partai Nasdem mengamini dipilihnya Muhaimin untuk menutupi kelemahan suara Anies Rasyid Baswedan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karenanya, ia berharap PKB memobilisasi warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan suara pasangan Amin.

 

"Dalam konteks ini dengan hadirnya Cak Imin sebagai (calon) wakil presiden, kita berharap PKB melakukan mobilisasi terhadap warga Nahdliyin," ujar Gus Choi di Nasdem Tower, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2023). Mobilisasi tersebut tentu tak mengajak struktural di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Namun, ia menegaskan bahwa Nahdliyin tak dilarang untuk memilih partai politik atau sosok tertentu dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. "Sehingga warga NU bebas, mau ke mana bebas, jadi PBNU tidak bisa melarang warganya, kadernya untuk berpartai dengan partai apa, koalisi dengan siapa, itu tidak ada larang, itu bebas," ujar Gus Choi.

Saat ini, elektabilitas Anies kuat di luar Pulau Jawa, tetapi lemah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran Muhaimin tentu diharapkan dapat menutupi kelemahan Anies di dua provinsi tersebut.

"Ini (Muhaimin) adalah kader NU asli, tulen, bahkan darah biru, dijamin komitmennya, dijamin kesetiaannya. Sehingga kemudian mayoritas NU, Jawa Tengah kemudian Jawa Timur mendukung Cak Imin," ujar Gus Choi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement