Selasa 05 Sep 2023 18:53 WIB

Unkris Dirikan Balai Pengobatan untuk Cikal Bakal Fakultas Kesehatan

Unkris nantinya membuka program studi kedokteran, farmasi, dan keperawatan.

Yayasan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta berinisiatif mendirikan Balai Pengobatan Unkris sebagai bagian dari kegiatan pengabdian pada lingkungan, Selasa (5/9/2023).
Foto: Unkris.
Yayasan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta berinisiatif mendirikan Balai Pengobatan Unkris sebagai bagian dari kegiatan pengabdian pada lingkungan, Selasa (5/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta berinisiatif mendirikan Balai Pengobatan Unkris sebagai bagian dari kegiatan pengabdian pada lingkungan. Peresmian Balai Pengobatan Unkris yang dilakukan Ketua Dewan Pembina Unkris Prof Gayus Lumbuun pada Selasa (5/9/2023) tersebut diharapkan menjadi cikal bakal Fakultas Kesehatan Unkris yang nantinya membuka program studi kedokteran, program studi farmasi, dan program studi keperawatan.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Ketua Yayasan Unkris Amir Karyatin SH dan jajarannya, Rektor Unkris Ayub Muktiono dan jajarannya, serta para dekan.

“Sekali lagi Unkris menorehkan langkah yang sangat penting dengan mendirikan Balai Pengobatan. Di mana kesehatan tidak terlepas dari impian semua orang,” kata Prof Gayus dalam sambutannya seperti dalam siaran tertulisnya, Selasa (5/9/2023).

Prof Gayus mengapresiasi inisiatif Yayasan Unkris untuk mendirikan Balai Pengobatan yang didedikasikan bagi sivitas akademika Unkris dan masyarakat umum. Lebih dari itu, Balai Pengobatan yang nantinya digawangi oleh dr. Ika A. Ariefiani tersebut menjadi impian bersama untuk memulai langkah Unkris membangun rumah sakit sebagai bagian dari pendirian Fakultas Kesehatan. Nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak terkait pendidikan formal di bidang kedokteran, farmasi, dan keperawatan sudah mulai dilakukan oleh pihak yayasan dan pihak rektorat.

Rencananya dalam pengoperasian Balai Pengobatan Unkris, tidak hanya melayani sivitas akademika Unkris, tetapi juga masyarakat di sekitar kampus Unkris. Prof Gayus mengakui, Unkris terutama jajaran pimpinan dan yayasan selama ini begitu aktif dalam kegiatan sosial kesehatan seperti donor darah, khitanan massal, vaksinasi, dan lainnya. “Ini rutin dilakukan sejak belasan tahun lalu dan saya kira merupakan langkah yang penting untuk Unkris di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Unkris telah meresmikan Gedung Peradilan Semu dan mengaktifkan fungsi Pendopo Unkris. Selain itu, hampir semua fakultas telah melengkapi fasilitas perkuliahan yang dibutuhkan mahasiswa termasuk pembangunan gedung perkuliahan yang permanen.

Menurut Prof Gayus, semua kerja keras yang melibatkan dosen dan mahasiswa tersebut telah mengantarkan Unkris menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia. Saat ini Unkris menduduki peringkat ke-7 untuk perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta dan peringkat 75 untuk tingkat nasional. Pencapaian peringkat tersebut tentu bukan hal yang mudah, dibutuhkan dukungan dari seluruh dosen dan karyawan. “Sungguh ini lonjakan yang luar biasa. Kita akan terus bergerak meraih prestasi agar bisa menjadi nomor satu.”

Dengan pencapaian yang luar biasa tersebut, Prof Gayus berharap Unkris akan menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam arti yang riil, tidak sekadar unggul dalam hal akreditasi. “Kalau hari ini kita bisa nomor 7 di DKI, maka kita juga akan bisa menjadi nomor satu. Kalau perguruan tinggi yang lain bisa, tentu Unkris juga harus bisa,” tegas dia.

Selain Prof Gayus Lumbuun, hadir Sekretaris Dewan Pembina Unkris Prof. Drs. Sutomo, dan anggota Retno Wardhani, SH, MH. Lalu dari Yayasan Unkris hadir Ketua Yayasan Amir Karyatin, SH, Sekretaris yayasan Diah Ristieyanti, dan wakil sekretaris Ir. Tri Ongko Priyono, MT. Dari pengawas yayasan hadir Drs Andi Yusuf.

Adapun dari unsur pimpinan Unkris, hadir Rektor Dr. Ayub Muktiono, MSiP, CIQaR, Wakil Rektor 1 Dr. Ismail Razak, Ms, Wakil Rektor 2 Dr. Suwanda, ST, MT, Dekan FH Dr. Abdul Latief, SH, MH, Dekan FE Dr. Imam Wibowo, Dekan FIA Prof. Eryus Amran Koto, dan Dekan FT Dr. Harjono P. Putro, serta Ketua Lembaga Penelitian Dr. Sihadi dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Ali Khumaidi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement