Senin 04 Sep 2023 20:31 WIB

Pemkab Bogor Kerja Sama dengan Pengusaha Air Curah Tangani Kekeringan di 109 Desa

Ada 62.358 KK yang ada di 109 desa di Kabupaten Bogor terdampak kekeringan.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus raharjo
Warga mencuci pakaian di Sungai Cileungsi yang mengering di Pasir Mukti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/8/2023). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut musim kemarau dan kekeringan di Indonesia tidak akan separah seperti di Korea Selatan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada minggu terakhir Agustus 2023 yang dipicu fenomena El Nino. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU
Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Warga mencuci pakaian di Sungai Cileungsi yang mengering di Pasir Mukti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/8/2023). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut musim kemarau dan kekeringan di Indonesia tidak akan separah seperti di Korea Selatan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada minggu terakhir Agustus 2023 yang dipicu fenomena El Nino. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatat ada 109 desa di 27 kecamatan se-Kabupaten Bogor terdampak kekeringan. Untuk membantu suplai air bersih, Pemkab Bogor juga bekerja sama dengan pengusaha air curah.

Bupati Bogor Iwan Setiawan, menyebutkan 62.358 KK atau 210.835 jiwa masyarakat yang ada di 109 desa di Kabupaten Bogor terdampak kekeringan. Sejak Mei 2023 hingga 3 September 2023, Pemkab Bogor telah menyuplai air sebanyak 1.947.000 liter air bersih kepada warga terdampak.

Baca Juga

“Sumber air saya perhatikan siap, kami juga sudah menggandeng sekitar 20 pihak swasta yang berbisnis di bidang air curah untuk mengoptimalkan suplai air kepada masyarakat mudah-mudahan dengan ini kita bisa melayani masyarakat dengan maksimal,” kata Iwan, Senin (4/9/2023).

Ia pun meminta jajaran Pemkab Bogor fokus menangani bencana kekeringan ini. Sebab, berdssarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekeringan ini akan berlangsung hingga Oktober 2023.

Saat ini, Iwan mengatakan, Pemkab Bogor tengah memperkuat tim penanganan kekeringan di Kabupaten Bogor yang terdiri dari BPBD, PDAM, Damkar, PMI dan lainnya. Belasan armada tangki air milik BPBD dan PDAM terus diturunkan untuk suplai air juga ditambah beberapa armada mobil Damkar yang biasa untuk pemadaman api dimodifikasi untuk menyalurkan air bersih jika kondisi sudah mendesak.

“Ini penting karena prediksi dari BMKG kekeringan ini akan berlangsung sampai Oktober 2023 nanti. Pada prinsipnya kekuatan kita melayani masyarakat sudah siap baik anggota maupun operasional kendaraannya,” jelasnya.

Menurut Iwan, penanganan bencana kekeringan ini dilakukan melalui dua mekanisme yakni penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya melalui bantuan langsung distribusi suplai air bersih secara rutin ke wilayah terdampak kekeringan.

Jangka panjangnya, sambung dia, ialh membuat toren air dan pembangunan sumur bor di wilayah rawan bencana kekeringan dengan melibatkan DPKPP dan CSR perusahaan. Juga mengoptimalkan sosialisasi antisipasi bencana kekeringan kepada masyarakat oleh Diskominfo Kabupaten Bogor.

“Kepada seluruh masyarakat yang ingin mendapatkan air bersih dapat menghubungi Call Center BPBD di 021-87914900 atau bisa di 021-87914800 atau Nomor Whatsapp di nomor 081210109002. Mudah-mudahan manajerial penanganan kekeringan ini bisa rapi dibantu BPBD, Damkar, PDAM, PMI juga Diskominfo sebagai tim publikasi secara terorganisir satu komando dari BPBD,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk antisipasi terjadinya bencana kebakaran di Kabupaten Bogor akibat cuaca panas musim kemarau, petugas Damkar rutin melakukan penyemprotan terutama di lahan yang mudah terbakar. Salah satunya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

“Penyemprotan merupakan deteksi dini yang kita lakukan untuk antisipasi jangan sampai ada lahan terbakar seperti yang terjadi di KBB beberapa waktu lalu,” kata Iwan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement