Kamis 21 Sep 2023 22:58 WIB

Kemarau Panjang, 37 Kecamatan di Kabupaten Bogor Alami Kekeringan

Kekeringan di Kabupaten Bogor capai 92,5 persen di 164 desa.

Kekeringan di Kabupaten Bogor yang telah mencapai angka 92,5 persen ini tersebar di 164 desa/kelurahan dengan total penyintas 98.025 Kartu Keluarga (KK) atau 335.901 jiwa.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kekeringan di Kabupaten Bogor yang telah mencapai angka 92,5 persen ini tersebar di 164 desa/kelurahan dengan total penyintas 98.025 Kartu Keluarga (KK) atau 335.901 jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BOGOR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 37 dari 40 kecamatan yang ada di daerahnya terdampak kekeringan sejak 3 Mei-20 September 2023. "Kekeringan di Kabupaten Bogor yang telah mencapai angka 92,5 persen ini tersebar di 164 desa/kelurahan dengan total penyintas 98.025 Kartu Keluarga (KK) atau 335.901 jiwa," kata Staf Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor Jalaludin di Bogor, Kamis (21/9/2023).

Ia mengungkapkan, tiga kecamatan yang belum terdampak kekeringan yaitu Cileungsi, Ciseeng dan Tajurhalang. Jalal menyebutkan bahwa selama musim kemarau ini, BPBD Kabupaten Bogor dan beberapa institusi lain telah mendistribusikan sebanyak 2.960.000 liter bantuan air bersih ke masyarakat yang wilayahnya terdampak kekeringan.

Baca Juga

Sementara, Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta masyarakat di daerahnya tidak panik menghadapi dampak kekeringan, sebab Pemerintah Kabupaten Bogor, siap memberikan bantuan berupa air bersih.

"Pemda siap memenuhi kebutuhan air bersih untuk kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK) masyarakat, saya minta masyarakat jangan panik, suplai air dengan cepat kita distribusikan," kata Iwan.

Ia mengatakan, pertolongan pertama pemberian air bersih untuk masyarakat terdampak bencana kekeringan rutin dilakukan melalui kolaborasi antara BPBD, Disdamkar, PMI, Perumda Tirta Kahuripan dan perusahaan swasta. Pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat melalui call center tanggap darurat bencana kekeringan yang terpusat di Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

"Ini jadi komitmen kami untuk mengoptimalkan penanganan kekeringan di Kabupaten Bogor. Debit air di Sungai Cisadane juga masih bagus untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat," terangnya.

Selain melakukan penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Bogor juga berencana membuat toren-toren air di beberapa wilayah rawan kekeringan sebagai upaya penanganan jangka panjang. Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor menjadwalkan pembangunan 17 sumur bor di beberapa kecamatan dalam waktu dekat.

Program pembuatan sumur bor bersumber dari APBD 2023 Kabupaten Bogor akan dilaksanakan di 13 titik, sedangkan masih ada empat titik lainnya bersumber dari dana alokasi khusus

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement