Jumat 25 Aug 2023 20:33 WIB

Udara Bercampur Asap, Warga Banjarmasin Diimbau Gunakan Masker Cegah ISPA

Jumlah penderita ISPA di Banjarmasin meningkat diduga akibat cuaca ekstrem.

Pengendara sepeda motor menggunakan masker pelindung pernapasan saat melintas di jalan Brig Jend Hasan Basri yang diselimuti kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/10/2019).
Foto: Antara/Bayu Pratama S
Pengendara sepeda motor menggunakan masker pelindung pernapasan saat melintas di jalan Brig Jend Hasan Basri yang diselimuti kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan banyak mengonsumsi air mineral guna mencegah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terjadi cuaca panas ekstrem dan udara berasap.

"Dinkes Banjarmasin berupaya menanganinya secara maksimal, termasuk mengimbau warga untuk pakai masker karena udara saat ini bercampur asap," ucap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin M Ramadhan, Jumat (25/8/2023).

Baca Juga

Selain menggunakan masker, Ramadhan pun meminta masyarakat menyediakan obat asam dan bisa mencegah kabut asap masuk ke rumah agar terhindar dari ISPA. "Bagi yang memiliki penyakit asma menyediakan dan membawa obat yang sudah biasa diminum. S egera memeriksakan bila mengalami kekambuhan," kata Ramadhan.

Jika keadaan memburuk, Ramadhan menyarankan warga melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. "Konsultasikan dengan dokter," ujar Ramadhan.

Ramadhan menyebutkan jumlah penderita ISPA di Banjarmasin meningkat sejak Juni-Juli 2023 diduga akibat cuaca ekstrem. "Untuk Agustus ini belum kita himpun data totalnya lagi," katanya.

 

Dikatakan Ramadhan, berdasarkan data puskesmas tercatat jumlah penderita ISPA pada Juni sebanyak 3.679 orang.

 

"Bahkan di antaranya sebanyak 1.064 bayi dan balita terserang ISPA ini," ungkap Ramadhan.

 

Pada Juli, kasus ISPA di Kota Banjarmasin terdeteksi meningkat menjadi sebanyak 4.351 orang.

 

"Bayi dan balita yang diserang ISPA juga bertambah menjadi 1.208 orang," ucap Ramadhan.

 

Kebanyakan masyarakat yang diserang ISPA di Kota Banjarmasin ini anak-anak hingga usia 60 tahun.

 

Menurut dia, kasus penyakit ISPA tinggi tidak terlepas dari kondisi cuaca panas ekstrem atau terjadi fenomena El Nino.

 

"Kemarau ini membuat hutan dan lahan banyak terbakar, akibatnya udara dipenuhi asap, hingga kurang sehat," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement