Senin 07 Aug 2023 13:42 WIB

Jokowi Instruksikan Kontingen Indonesia di Jambore Pramuka Korsel Dipantau

Korsel dilandang gelombang panas saat pelaksanaan Jambore Pramuka Dunia Saemangeum.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Ratusan peserta Jambora Pramuka Dunia Saemangeum 2023 bertumbangan akibat gelombang panas yang menyapu Korea Selatan.
Foto: Yonhap/EPA-EFE
Ratusan peserta Jambora Pramuka Dunia Saemangeum 2023 bertumbangan akibat gelombang panas yang menyapu Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar terus memantau kontingen Indonesia yang sedang mengikuti Jambore Pramuka Dunia Saemangeum di Korea Selatan. Kegiatan tersebut mendapat sorotan masyarakat setelah terjadinya cuaca panas ekstrem yang menyebabkan sejumlah kontingen dari beberapa negara memindahkan pesertanya.

Belum lagi, media melaporkan ada ratusan peserta yang jatuh pingsan akibat cuaca yang tembus 40 derajat Celcius. "Saya sudah perintahkan kepada Kemenlu kepada kedutaan kita untuk selalu memonitor untuk selalu memantau," kata Jokowi di kawasan GBK, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).

Baca Juga

Hingga saat ini, kata Jokowi, tidak ada kondisi yang membahayakan sehingga kontingen Indonesia perlu segera dibawa kembali ke Indonesia. "Dan sampai saat ini tidak ada yang disampaikan itu membahayakan dan kita harus apa, membawa pulang kembali," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan kondisi kontingen Indonesia yang mengikuti Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan dalam keadaan baik. Sebanyak 1.500 kontingen Indonesia mengikuti kegiatan Jambore Pramuka Dunia saat Korea Selatan mengalami cuaca panas ekstrem.

“Jadi delegasi kita menurut KBRI Seoul jumlahnya ada sekitar 1.500. Alhamdulillah mayoritas mereka hampir semuanya dalam kondisi baik-baik saja,” kata Menlu Retno di depan Istana Merdeka, Jakarta, Ahad (6/8/2023).

Retno mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan KBRI di Seoul. Tim KBRI Seoul pun beberapa kali telah melakukan kunjungan ke lokasi perkemahan digelar. Menurut Retno, cuaca panas ekstrem menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para peserta Jambore Pramuka Dunia.

"Memang tantangannya berat sekali terutama dari sisi cuaca karena memang panas sekali dan dari waktu ke waktu saya terus pantau mereka melalui kedutaan kita di Seoul. Jadi alhamdulillah anak-anak dalam kondisi baik," jelas Retno.

Dia juga memastikan, pemerintah belum akan menarik kontingen Indonesia dari kegiatan Jambore Pramuka di Korea Selatan. Retno pun berharap, kondisi cuaca di Korea Selatan terus membaik.

"Tadi pas sebelum mulai ini sudah masuk Istana saya melakukan telepon lagi dan saya tanya rencana mereka dan so far belum ada rencana apa-apa. Mudah-mudahan kondisi membaik dalam arti cuaca menjadi tidak semakin panas," kata Retno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement