Ahad 06 Aug 2023 19:30 WIB

Kabel Semrawut Telan Korban Jiwa, Ini yang akan Dilakukan Pemkot Bandung

Kabel semrawut sebabkan korban jiwa.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil
Kabel jaringan utilitas yang semrawut di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2023). Keberadaan kabel jaringan utilitas yang semrawut di Jakarta tersebuf mengganggu keindahan estetika kota serta dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki maupun pengendara yang melintas.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kabel jaringan utilitas yang semrawut di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2023). Keberadaan kabel jaringan utilitas yang semrawut di Jakarta tersebuf mengganggu keindahan estetika kota serta dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki maupun pengendara yang melintas.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Belum lama ini, kabel udara yang semrawut dikabarkan mengakibatkan tewasnya seorang pengendara sepeda motor di Jakarta Barat. Kabel yang menjuntai di Jakarta Selatan juga menyebabkan seorang remaja terjerat dan harus mendapatkan perawatan intensif. 

Berkaca dari kasus-kasus tersebut, Pemerintah Kota Bandung bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) kembali menggencarkan ducting kabel udara. Ketua Dewan Pengurus Apjatel Pusat, Jerry Mangasas Swandy memaparkan tiga upaya yang akan dilakukan bersama Pemkot Bandung. Pertama, merapikan kabel udara dengan crimping yakni menyatukan kabel-kabel udara itu agar tidak kendor dan berakibat kecelakaan seperti yang terjadi di Kota Jakarta.

Baca Juga

Kedua akan dilakukan relokasi beberapa sesuai dengan program terintegrasi dari Pemkot Bandung. Ketiga sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT) yang sudah dilakukan di 13 ruas jalan sejak 2003 di Kota Bandung. Saat ini SJUT ruas jalan yang dibahas adalah di segmen Jalan Riau kurang lebih sekitar 5 km," paparnya.

Dengan begitu, upaya ini semakin menjadi kerja bersama di semua lintas stakeholder baik dari organisasi perangkat daerah (OPD), PT. Bandung Infra Investama (BII), Apjatel, termasuk rekan-rekan Telkom maupun local company pemilik jaringan utilitas fiber optik.

"Nanti dari mulai awal dari 13 segmen Jalan Dago atas dan bawah telah berhasil dengan masih ditemukannya beberapa catatan, sehingga akhirnya sinergi bersama semua stakeholder bisa diperlihatkan dan dihasilkan kerja nyata di ruas Jalan Riau," ucapnya.

Adapun bagian ruas jalan yang lainnya akan menyusul sesuai dengan program bersama. Sebab, menurutnya semua harus terukur dengan baik dari industri, pemerintah kota, BII, dan masyarakat.

"Perlu dilakukan peningkatan sosialisasi kepada sektor konsumen. Konsumen itu adalah rakyat atau pelaku usaha bisnis di sepanjang Jalan Riau seperti hotel, restoran, kantor pos, pun rumah-rumah penduduk," lanjut Jerry.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A. Brilyana menyampaikan, telah mendapat dukungan dari Apjatel Pusat untuk mengimbau agar para pengusaha harus mengikuti aturan demi keamanan kenyamanan dan estetika kota. 

"Apjatel sudah mengimbau kepada pengusaha fiber optik (FO) untuk ikuti aturan mekanisme yang ada. Jangan sampai kejadian di Jakarta terjadi di Kota Bandung," ungkap Yayan.

Ia menambahkan, rencananya ducting kabel FO dari Jalan Banda sampai Ahmad Yani akan kembali dilanjutkan dengan batas waktu sampai akhir tahun 2023.

"Akhir tahun 2023 susah harus selesai. Poin utamanya, dalam jangka pendek kita akan menurunkan kabel dulu. Para pengusaha harus lebih proaktif juga. Sebab kalau ada kabel melintang dan kita telat menanganinya, mayarakat bisa kena getahnya," jelasnya. 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement