Sabtu 05 Aug 2023 20:06 WIB

Jokowi Bagikan Pengalaman 43 Tahun Lalu Saat Diterima di UGM

Presiden Jokowi berbagi pesan kepada mahasiswa baru UGM di penutupan PPSMB 2023.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Erik Purnama Putra
Sebanyak 10.106 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti upacara pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Pionir Gadjah Mada di Lapangan Pancasila, Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Senin (31/7/2023).
Foto: dokpri
Sebanyak 10.106 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti upacara pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Pionir Gadjah Mada di Lapangan Pancasila, Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Senin (31/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah pesan untuk para mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) di penutupan Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Pionir 2023 di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/8/2023).

Jokowi mengatakan, dunia mengalami perkembangan sangat cepat dibanding sejak saat dirinya menjadi mahasiswa di UGM dulu. Dia pun membagikan pengalaman 43 tahun yang lalu diterima menjadi mahasiswa baru di UGM.

"Suasananya jauh berbeda dengan sekarang. Saat itu belum ada handphone, belum ada internet, belum ada laptop, itulah kenyataan yang harus kita hadapi saat ini," kata Jokowi dalam sambutannya melalui virtual yang ditayangkan di Lapangan Pancasila Grha Sabha Pramana, Kabupaten Sleman, Sabtu.

Jokowi mengatakan, era perkembangan dunia saat ini, sangat cepat. Revolusi industri 4.0 telah merombak lanskap ekonomi, lanskap sosial budaya, hingga lanskap politik. "Teknologi digital dan otomatisasi mengubah secara drastis pola interaksi komunikasi serta tren gaya hidup," ucap Jokowi.

Dia menambahkan, interaksi tatap muka memang tergantikan dengan interaksi jarak jauh. Namun, kini jarak bukan lagi hambatan. Hal itu ditandai mahasiswa bisa belajar dan karyawan bisa bekerja dari mana saja.

"Work from home, virtual meeting, webinar, sekolah jarak jauh, telemedicine, hingga konser virtual. Dalam situasi saat ini kita tidak boleh tinggal diam dan tertinggal. Tidak boleh tergulung gelombang," ucap alumnus Fakultas Kehutanan UGM tersebut.

Untuk itu, Jokowi berpesan agar para mahasiswa UGM menjadi pemenang yang percaya diri, serta menjadi bagian dari talenta-talenta hebat global. Dia mengatakan, menjadi mahasiswa UGM merupakan langkah awal untuk meniti masa depan.

"Karena itu persiapkan diri dengan baik. Belajarlah dengan disiplin, jadilah pembelajar kreatif dan inovatif, pembelajar yang adaptif dan pantang menyerah," kata Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement