Rabu 19 Jul 2023 20:26 WIB

Pengamat Sarankan Caleg tak Jadikan Pemilu Ajang Cari 'Loker'

Pengamat menyarankan caleg tak menjadikan pemilu sebagai ajang cari loker.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bilal Ramadhan
Ilustrasi Caleg Terpilih. Pengamat menyarankan caleg tak menjadikan pemilu sebagai ajang cari loker.
Foto: mgrol100
Ilustrasi Caleg Terpilih. Pengamat menyarankan caleg tak menjadikan pemilu sebagai ajang cari loker.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pengamat politik dari Universitas Andalas, Najmuddin Rasul, mengingatkan para calon anggota legislatif supaya tidak melihat pemilu sebagai ajang mencari lowongan kerja (loker). Menurut Najmuddin, menjadi anggota legislatif sangat berat karena menjalankan fungsi legislasi, dan mengawasi jalannya pemerintahan.

"Jangan jadikan pemilu sebagai ajang cari loker. Anggota legislatif sangat menentukan Indonesia memiliki parlemen berkualitas," kata Najmuddin, Rabu (19/7/2023).

Baca Juga

Ia juga mengingatkan partai politik tidak asal dalam mengusung para caleg yang akan bertarung di Pemilu 2024 nanti. Najmuddin menyebut Parpol harusnya mampu secara ketat menyeleksi caleg yang berkualitas. Sehingga kehadiran kader parpol yang lolos ke parlemen dapat memberikan peranan penting membela rakyat dan mengontrol kekuasaan.

Najmuddin melihat selama lima tahun terakhir, parlemen seperti mati suri. Di mana para legislator terlihat hanya mengangguk terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.

"Saya minta pada elite parpol untuk mengutamakan kader yang berkualitas untuk dicalonkan sebagai calon legislatif. Kemudian baru caleg eksternal yang memiliki kemampuan dalam pengetahuan politik. Menurut saya kualitas parlemen sangat ditentukan oleh kebijakan elite parpol," ucap Najmuddin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement