Rabu 19 Jul 2023 20:20 WIB

Ridwan Kamil Klaim Selama Dua Tahun tak Ada Penambahan Warga Miskin

Gubernur Ridwan Kamil sebut tidak ada penambahan jumlah warga miskin di Jabar.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan
Warga miskin mengantre bansos. Gubernur Ridwan Kamil sebut tidak ada penambahan jumlah warga miskin di Jabar.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Warga miskin mengantre bansos. Gubernur Ridwan Kamil sebut tidak ada penambahan jumlah warga miskin di Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Provinsi Jawa Barat tumbuh positif dari tahun ke tahun. Pada 2023, LPE diyakini kembali rebound setelah tertekan akibat pandemi di 2020.

LPE pada 2019, tercatat sebesar 5,02 persen. Namun, LPE melambat pada 2020 saat pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, sehingga LPE menjadi minus 2,52 persen.

Baca Juga

Kendati begitu, LPE Jabar terus menunjukkan perbaikan seiring teratasinya pandemi Covid-19. LPE pada 2021 kembali positif sebesar 3,74 persen. Kemudian, pada 2022, LPE mencapai 5,45 persen, atau kembali seperti kondisi sebelum pandemi terjadi bahkan lebih baik.

Dengan demikian, LPE 2023 Jabar optimistis akan semakin membaik. LPE Jabar tercatat yang tertinggi di Pulau Jawa (di atas DKI Jakarta, Banten, Jateng, Jatim, dan Yogyakarta), dan tertinggi ketujuh secara nasional.

Salah satu indikatornya adalah semakin berkurangnya jumlah warga miskin di Jabar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 7,62 persen, menurun 0,36 persen poin terhadap September 2022 dan turun sebesar 0,44 persen poin terhadap Maret 2022.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, penurunan kemiskinan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan program penanggulangan kemiskinan yang diluncurkan Pemprov Jabar. Yakni, mulai dari Gerbang Desa, Desa Digital, Investasi Padat Karya, Subsidi pendidikan dan kesehatan gratis, Petani Milenial, Sekoper Cinta, OPOP, sampai One Village One Company. 

"Selama dua tahun 2021-2023, alhamdulillah, tidak ada penambahan warga miskin. Yang ada adalah penurunan warga miskin di Jawa Barat yang juga terbaik di Pulau Jawa. Sebanyak 310 ribu warga Jabar sudah naik kelas menjadi warga kelas menengah," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di akun Instagram pribadinya, Rabu (18/7/2023).

Emil menjelaskan, angka kemiskinan tahun 2023 turun dari 8,4 persen menjadi 7,62 persen berada dibawah rata-rata nasional 9,36 persen. "Setahun terakhir Maret 2022-Maret 2023 terjadi penurunan warga miskin sebanyak 182.380 warga, yang naik kelas ke kelas menengah. Terbaik dan terbanyak di Pulau Jawa," katanya. 

Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan setiap tahunnya. Data menyebutkan persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2021 tercatat sebesar 8,92 persen, tahun 2022 turun menjadi 8,35 persen dan kuartal 1 2023 menjadi 7,89 persen. 

Hingga akhir tahun, diperkirakan jumlahnya akan semakin menurun dan bisa mencapai kondisi serupa di tahun 2019 sebesar 7,79 persen. TPT sempat mengalami kenaikan di tahun 2020 disebabkan pandemi Covid-19, tetapi hal itu dialami seluruh provinsi di Indonesia.

Selain itu, LPE Jabar juga terdorong dengan kondisi pendapatan per kapita Jabar yang selalu meningkat dari tahun ke tahun, dan selalu memenuhi target tahunannya setelah sempat sedikit turun tahun 2020 yang tentunya berkaitan dengan adanya pandemi Covid-19. 

Pendapatan per kapita Jabar pada 2019 sebesar Rp 43.309.190 per tahun, terus meningkat hingga di 2022 mencapai Rp 49.038.410 per tahun. Tahun 2023 ditergetkan bakal mencapai Rp 49.290.000 per tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement