Selasa 25 Apr 2023 04:39 WIB

Ketum GP Ansor Dukung Erick Thohir Berpasangan Dengan Ganjar di Pilpres 2024

Erick Thohir merupakan pemimpin berpengalaman dalam mengemban berbagai tugas berat.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Erdy Nasrul
Erick Thohir
Foto: Republika
Erick Thohir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum (Ketum) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU), Yaqut Cholil Qoumas memberikan dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Menurutnya pemimpin andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pemimpin yang ideal untuk mendampingi calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dalam kontestasi demokrasi mendatang.

“Saya yakin, kalau Pak Erick Thohir maju bersama Pak Ganjar Pranowo, bisa jadi pasangan yang ideal, karena ada chemistry. Bisa saling melengkapi," ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut pada Senin (24/4/2023).

Baca Juga

Di samping itu, Gus Yaqut mengatakan Erick Thohir merupakan pemimpin yang berpengalaman dalam mengemban berbagai tugas berat dan strategis. Seperti halnya sebagai kader Ansor yakni Anggota Kehormatan Banser, Erick Thohir mengemban tugas untuk menyukseskan Harlah ke-100 NU.

Dalam penyelenggaraan acara tersebut Erick Thohir terbukti sukses sebagai Ketua Steering Committee (SC) Panitia Harlah ke-100 NU. Sehingga Gus Yaqut menyatakan Erick Thohir tidak perlu diragukan lagi sebagai pemimpin yang datang dari kalangan warga NU atau Nahdliyin.

 

“Seperti Pak Erick yang juga kader Banser, rekam jejaknya selama ini sudah terbukti dan tak perlu diragukan lagi,” ucap Gus Yaqut.

Selain itu, Menag ini juga menjelaskan kepemimpinan Erick Thohir di bidang ekonomi dan olahraga juga sudah terbukti. Di bidang ekonomi, Eks Presiden Inter Milan ini berhasil mentransformasi perusahaan-perusahaan BUMN menjadi lebih menguntungkan bagi negara dan masyarakat.

Terbukti laba Kementerian BUMN terus meningkat setiap tahunnya dari Rp 13 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 124,7 triliun di 2021. Kemudian angka kenaikan laba kembali terjadi di 2022 menjadi Rp 303,7 walaupun belum diaudit.

Di angka kontribusi kepada negara dari Kementerian BUMN pun meningkat dalam tiga tahun terakhir sebesar Rp 68 triliun. Hal ini menurut Gus Yaqut merupakan kapasitas pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia ke depannya.

Mengingat saat ini kondisi ekonomi dunia tengah dalam kondisi tidak stabil dengan adanya ancaman resesi, dampak pandemi dan perang antara Russia dan Ukraina.

“Potensi dan keunggulan inilah yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia, di tengah tantangan saat ini. Cara kerja berani melakukan terobosan besar inilah yang dibutuhkan Indonesia menghadapi tantangan ekonomi ke depan yang kian besar. Seperti ancaman resesi, dampak pandemi, efek perang, dan sebagainya. Di bidang olahraga, Pak Erick juga mumpuni,” kata Gus Yaqut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement