Kamis 13 Apr 2023 13:50 WIB

Soal Isu Pindah ke PPP, Sandiaga Uno: Saya Harus Istiqoroh

Sandiaga sebut keputusan hengkang dari Gerindra sesuatu yang berat.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Senin (23/1).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Senin (23/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sandiaga Salahuddin Uno buka suara terkait santernya kabar kepindahannya ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia meminta publik untuk bersabar, karena keputusan hengkang dari Partai Gerindra merupakan sesuatu yang berat baginya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu mengaku akan berkontemplasi terlebih dahulu dengan sholat Istiqoroh meminta petunjuk Allah SWT. Khususnya ihwal keputusan final yang rencananya akan diumumkan setelah bulan Ramadhan 1444 Hijriah.

Baca Juga

"Ini keputusan yang berat yang harus diambil, saya akan sholat Istiqoroh khusus pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini untuk memantapkan, insya Allah habis lebaran sudah ada keputusan finalnya," ujar Sandiaga di sela kunjungannya ke Desa Lubuk Sukhon Aceh Besar, lewat keterangannya, Kamis (13/4).

Apabila keputusan tersebut sudah dilakukan, hal itu akan menjadi hal terbaik bagi masyarakat. Serta menjadi aspirasi dari masyarakat yang sangat bersemangat melakukan dan melanjutkan pembangunan.

"Terlebih kita saat ini di Aceh yang menjadi provinsi dengan potensi wisata halal yang sangat kuat, sehingga masyarakat ingin perekonomiannya terus bergerak kunjungan wisatawan terus meningkat ini yang menjadi aspirasi masyarakat yang harus bisa ditangkap oleh pimpinan-pimpinan dari partai politik dan pemerintahan. Sehingga kontestasi yang kurang dari 9 bulan lagi bisa berjalan lancar," ujar Sandiaga.

Terkait sudah ada atau belumnya restu dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Sandiaga meminta publik bersabar. Lantaran saat ini adalah Ramadhan yang menjadi momentum terbaik untuk beribadah dan berjuang untuk masyarakat.

"Kita tunggu prosesnya, karena kita harus menjaga etika politik dan memastikan etika politik kita ini penuh dengan kesantunan. Beliau negarawan yang saya sangat santuni dan hargai, apa yang menjadi masukan dari beliau, pemikiran-pemikiran beliau menjadi masukan bagi saya untuk melangkah ke depan," ujar pria yang saat ini masih menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Prabowo menanggapi isu yang menyebut Sandiaga bergabung dengan partai berlambang Ka'bah. Ia mengungkapkan, belum mendengar kabar tersebut. "Oh tidak, saya belum (dengar) ada itu (Sandiaga gabung PPP), tapi tadi saya katakan kita partai kebangsaan yang terbuka," ujar Prabowo di kediamannya, Jakarta, Rabu (5/4/2023).

Ia menegaskan, Partai Gerindra terbuka dengan orang-orang yang menjadikan Pancasila sebagai prinsipnya. Partainya juga menerima Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kita terima di Gerindra, tapi kalau ada yang mau pindah kita juga tidak melarang," ujar Prabowo.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement