Rabu 02 Nov 2022 16:14 WIB

Di Moskow, Connie Rahakundini Ingin Berfoto dengan Presiden Putin

Kata Connie, penggemar Putin di Indonesia luar biasa, setiap orang berkata 'ura'.

pengamat militer Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie (kanan) memuji Presiden Rusia Vladimir Putin.
Foto: Dok Lemhannas
pengamat militer Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie (kanan) memuji Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beredar cuplikan video pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie yang memuji Presiden Rusia Vladimir Putin. Connie secara terus terang memuji kepemimpinan Putin, dan mengeklaim rakyat Indonesia sangat menyukai pemimpin Rusia selama dua dekade lebih tersebut.

"Penggemarmu di Indonesia luar biasa. Setiap orang berkata 'ura' untuk saat ini," kata Connie dikutip di Jakarta, Rabu (2/11/2022). Video tersebut diunggah di akun Twitter, @RandomWorldWar.

Baca: Prabowo Boyong Rafale dan F-15, Connie Pertanyaan Sumber Anggaran

Dia pun berterus terang sangat ingin mendapat kesempatan berfoto dengan Putin. Pernyataan Connie tersebut mengundang reaksi tawa dari para hadirin. "Pertanyaan kedua saya, dapatkah saya berfoto dengan Anda (Putin)," kata Connie yang disambut senyum oleh Putin.

Mendapat pertanyaan dari Connie, Putin pun mengaku senang dengan permintaan tersebut. Putin juga merespon pendapat Connie tentang rakyat Indonesia yang sangat mengaguminya dengan banyak menirukan ucapan 'ura' dalam kegiatan sehari-hari. "Ya, senang sekali, wanita cantik, tentu saja," kata Putin yang disambut semringah Connie. "Kita punya hubungan yang baik dengan Indonesia," kata Putin menambahkan.

Baca: Prabowo Beli Rafale dan F-15, Connie: Indonesia Resmi Blok Amerika dan NATO

Connie diketahui menghadiri penutupan the 19th Annual Meeting of the Valdai Discussion Club di Moskow, Rusia pada Kamis (27/10/2022). Dia datang bersama dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto.

Connie selama ini kerap mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menerapkan kebijakan Non-Blok lagi. Hal itu lantaran Menhan Prabowo Subianto membeli Dassault Rafale dari Prancis yang merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Imbas pembelian Rafale membuat rencana Kemenhan sebelumnya membeli Sukhoi Su-35 batal.

Baca: Analis Militer Connie Geram, Ungkap Kesalahan Fatal Jenderal Dudung

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement